Malam Tahun Baru dan Tahun Baru 2019

Tumpeng Syukuran nasi kuning dengan lauk pelengkapnya : orek tahu tempe, mie goreng kuning, urapan sayur, ayam panggang bumbu rujak, sambe goreng kentang pete, irisan telur dadar, dan perkedel

Masih tentang cerita seputaran tahun baru, ada cerita yang sayang kalau tidak dituliskan di blog. Bukan cerita yang fantastis, tapi sebagai dokumentasi saja.

Tradisi di Belanda kalau malam tahun baru itu makan Oliebollen. Saya menyebutnya roti goreng karena memang mirip roti goreng yang ada di Indonesia. Hanya kalau Oliebollen variasinya ada beberapa. Ada yang tanpa kismis, ada yang pakai kismis, ada yang diisi coklat dan variasi lainnya. Terus terang, sejak makan pertama kali beberapa tahun lalu, lidah saya tidak terlalu cocok dengan Oliebollen. Malah saya lebih suka makan Berlinerbollen, karena isinya Vla tapi tidak terlalu manis.

Stan yang jualan Oliebollen biasanya sudah ada sejak awal Desember. Bahkan disekitar tempat tinggal saya, sejak bulan November sudah buka. Nah, di Den Haag kota, ada satu stan besar yang katanya Oliebollennya terenak se Den Haag (atau se Belanda ya saya lupa). Saya sudah pernah beli, tapi ya menurut saya rasanya sama dengan lainnya haha. Mungkin bagi yang suka rasanya enak ya.

Nah, tanggal 31 Desember suami masih ngantor. Dia berencana beli Oliebollen dan Berlinerbollen di stan ini pas makan siang. Lah, ternyata antriannya panjang. Akhirnya dia mengurungkan niatnya beli di sini, malah beli di toko roti. Dia pulang lebih awal karena kantornya sudah tutup jam 4 sore.

Antrian di stan Oliebollen yang terkenal di Den Haag
Antrian di stan Oliebollen yang terkenal di Den Haag

Sejak sore, suara jedar jedor petasan sudah terdengar. Meskipun menurut saya tidak seramai tahun kemaren, tapi tetep juga was was kalau jalan sore trus ketemu anak-anak, lalu dilempar petasan. Tentu saja tidak kejadian ya, cuma imajinasi saya saja. Setelah bangun tidur siang, tiba-tiba saya ingin makan pisang goreng. Karena saya juga harus membeli ayam untuk dibuat ayam panggang sebagai lauk nasi kuning keesokan harinya, akhirnya kami jalan-jalan sore sekalian beli pisang khusus pisang goreng dan beberapa keperluan untuk nasi kuning.

Setelah selesai makan malam, saya mulai menggoreng pisang. Haduuh aromanya menggoda. Jadi camilan malam tahun baru kami perpaduan Belanda dan Indonesia, bercengkrama akrab di piring haha. Kami makan camilan sambil melihat kembang api yang mulai banyak terlihat dari kejauhan.

Jadi, rumah kami ini kan semacam komplek kluster, tidak langsung pinggir jalan raya. Di dalam komplek ini, kebanyakan adalah rumah dari para orang tua (Oma Opa) dan juga tidak jauh dari sini ada rumah jompo. Karenanya, suara petasan dan jedar jeder tidak terlalu nyaring terdengar dari rumah. Ditambah lagi, kami tinggal di kampung. Syukurlah, jadi seisi rumah nyenyak tidur sampai keesokan harinya tanpa ada yang terbangun (kecuali saya yang memang menunggu pertunjukan kembang api jam 12 malam). Saya dan suami sudah selimutan di kamar sejak jam setengah 10 malam. Ya seperti malam-malam sebelumnya, tidak ada bedanya apakah malam tahun baru atau tidak, jam tidur selalu sama. Kalau suami langsung tidur, saya masih menunggu jam 12 malam. Lumayan satu jam dalam satu tahun melihat pertujunjukan gratis kembang api dari dalam kamar.

Camilan malam tahun baru kami : Oliebollen, Berlinerbollen, Apelkanjer, dan pisang goreng. Yang laku malah pisang gorengnya
Camilan malam tahun baru kami : Oliebollen, Berlinerbollen, Apelkanjer, dan pisang goreng. Yang laku malah pisang gorengnya

Keesokan paginya saya mulai memasak untuk keperluan syukuran. Harusnya syukuran ini sudah dilaksanakan seminggu sebelumnya. Tapi karena saya ambeien, akhirnya diundur. Dan ya kebetulan pas sekalian awal tahun. Kali ini syukuran untuk dua hal penting yang sedang diamanahkan pada keluarga kami dan sekalian syukuran awal tahun semoga sepanjang tahun 2019 ini berkah untuk kami sekeluarga, diberikan kesehatan yang baik dan dijauhkan dari marabahaya.

Saya membuat tumpeng nasi kuning dengan lauk pelengkapnya : orek tahu tempe, mie goreng kuning, urapan sayur, ayam panggang bumbu rujak, sambe goreng kentang pete, irisan telur dadar, dan perkedel. Seperti biasa karena tidak punya cetakan tumpeng, saya memanfaatkan karton yang dibentuk tumpeng. Kalau kepepet kan bisa kreatif. Jadi kami serumah makan siang tumpeng ini. Berasa seperti syukuran betulan karena ada acara doa bersama dan potong tumpeng.

Tumpeng Syukuran nasi kuning dengan lauk pelengkapnya : orek tahu tempe, mie goreng kuning, urapan sayur, ayam panggang bumbu rujak, sambe goreng kentang pete, irisan telur dadar, dan perkedel
Tumpeng Syukuran nasi kuning dengan lauk pelengkapnya : orek tahu tempe, mie goreng kuning, urapan sayur, ayam panggang bumbu rujak, sambe goreng kentang pete, irisan telur dadar, dan perkedel

Selain dibuat tumpeng, saya juga memberikan nasi kotak ke para tetangga, saudara-saudara dan Mama mertua. Bagi-bagi rejeki dan memberi tahu mereka tentang syukuran apa yang kami lakukan. Dan kok yaa kalau diingat kembali, selama tiga tahun kebelakang, setiap hari pertama awal tahun, saya selalu membuat nasi kuning syukuran dan memberi hantaran nasi kotak. Sampai Para tetangga bertanya apa ini tradisi di Indonesia setiap awal tahun, sampai mereka hafal haha. Sebenarnya bukan tradisi ya, kebetulan saja.

Beberapa nasi kuning yang dikirim ke paratetangga, saudara-saudara, dan Mama mertua
Beberapa nasi kuning yang dikirim ke paratetangga, saudara-saudara, dan Mama mertua

Begitulah cerita awal tahun baru kami yang diawali dengan syukuran. Semoga keberkahan menyertai langkah kita semua di tahun ini.

-Nootdorp, 11 Januari 2019-

Cerita Tahun 2018 dan Rencana Tahun 2019

Lengkap satu meja - Syukuran

Selamat Tahun Baru 2019

Semoga kebahagiaan dan kesehatan selalu menyertai sepanjang tahun juga umur yang barakah. Semoga segala rencana dan doa yang terpanjatkan mendapatkan jalannya untuk terkabulkan dan dilancarkan. Semoga semakin rendah hati, dikuatkan iman, dan dikelilingi orang2 terkasih. Apapun itu, semoga yang terbaik.

Seperti biasa, awal tahun saya akan menuliskan beberapa hal yang telah terjadi ditahun 2018 (rekap singkat saja dan hasil dari rencana yang pernah ditulis awal tahun 2018) dan beberapa hal yang akan dilakukan ditahun 2019. Tulisan ini akan sangat panjang, terima kasih bagi yang sudah meluangkan waktu untuk membacanya.

 

CERITA TAHUN 2018

Untuk cerita tahun 2018, saya akan bagi menjadi beberapa bagian dan mengacu pada rencana tahun 2018 yang pernah saya tuliskan di postingan awal tahun 2018, bisa di baca di sini.

KEHIDUPAN PRIBADI

  • LULUS UJIAN INTEGRASI YANG PALING AKHIR (ONA = Oriëntatie op de Nederlandse Arbeidsmarkt).

Pada rencana tahun 2018 yang saya tuliskan di postingan awal tahun, salah satu target yang harus saya lakukan adalah lulus ujian intergrasi yang paling akhir. Sebagai informasi singkat karena yang membaca blog kami bukan hanya yang tinggal di Belanda, jadi ujian integrasi ini dibutuhkan untuk mendapatkan ijin tinggal di Belanda dalam jangka waktu lama dengan syarat dan kondisi tertentu. Ujian integrasi ini harus diselesaikan dalam waktu 3 tahun sejak awal kedatangan di Belanda. Saya sudah menyelesaikan 5 ujian integrasi (level B1 dan KNM) pada awal tahun 2016 dan masih punya tanggungan satu ujian lagi yaitu ONA. Sebenarnya saya molor sih dari waktu yang ditentukan. Tapi molornya saya ada kondisi yang diijinkan oleh DUO (lembaga pemerintahan yang mengurusi ujian integrasi). Apa sih ONA ini? singkatnya semacam interview pekerjaan dan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang pernah dilakukan sebelumnya dan rencana ke depan di Belanda. Ada beberapa formulir yang harus diisi dan akan ditanyakan selama interview.

Sehari setelah pulang dari liburan di Malta, saya ujian ONA. Dari jatah 40 menit interview (dalam bahasa Belanda tentu saja), saya selesai dalam waktu 15 menit saja. Lumayanlah, nyaris 4 tahun hidup di Belanda, pernah kerja juga jadi tidak mengalami kesulitan dalam proses wawancara selama ujian ONA. Pengujinya ada 2 orang. Beberapa hari kemudian, nyaris diakhir tahun, hasil ujian keluar dan saya dinyatakan lulus. Dengan begitu, tuntaslah sudah kewajiban saya untuk menyelesaikan 6 ujian dan bulan depan saya sudah bisa mengambil diploma kelulusan. Langkah selanjutnya saya bisa mengajukan ijin tinggal tanpa batas waktu di Belanda.

  • MEMBACA TUNTAS SEBANYAK 30 BUKU DALAM SETAHUN

Membaca buku sudah menjadi kebutuhan dalam hidup bagi saya. Tidak memegang Hp dan tidak aktif dengan internet, bisa saya lakukan. Tapi kalau tidak membaca buku, tidak bisa saya lakukan. Entahlah, sudah mendarah daging rasanya. Dan seperti biasa, setiap tahun saya selalu mengikuti tantangan membaca yang ada di Goodreads dan setiap tahun juga saya selalu mentargetkan membaca 50 buku yang pada kenyataannya sampai saat ini masih belum bisa. Tapi tahun 2018 ini membuat saya gembira. Diantara kesibukan yang tiada tara, saya masih bisa membaca tuntas 30 buah buku dalam setahun. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan buku yang saya baca di tahun 2017.

Buku-buku tersebut bukan hanya fiksi tapi juga non fiksi, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Bagaimana saya bisa membagi waktu antara kesibukan sehari-hari dan membaca buku tetap berjalan dengan baik, pernah saya tuliskan cerita lengkapnya dipostingan tentang Kebiasaan Membaca Buku di Era Digital. Dan sebagai penghargaan ke diri sendiri, akhir tahun 2018 saya membeli 10 judul buku dalam bahasa Inggris dan beberapa buku yang masih dalam perjalanan ke Belanda dalam bahasa Indonesia serta beberapa judul buku dalam bahasa Belanda. Saya ingin merayakan suka cita saya bisa tetap membaca buku diantara kesibukan harian dengan memberi hadiah diri sendiri berupa buku-buku yang akan jadi bahan bacaan di tahun 2019.

  • KOPDAR DENGAN BEBERAPA BLOGGER

Salah satu rencana yang saya tuliskan pada tahun 2018 adalah bisa kopdar dengan beberapa blogger yang belum saya temui sebelumnya. Seingat saya, ada dua blogger yang kenal sudah lama tapi baru bisa ketemu tahun 2018, yaitu Astrid dan Ananti. Setelahnya, saya ketemu lagi dengan Yayang (dan Cinta Cahaya) setelah ketemu terakhir tahun 2015. Akhir tahun, nyaris saya bisa ketemu dengan Dita karena dia sedang liburan ke Belanda, tapi akhirnya tidak jadi ketemu.  Belum berjodoh, mungkin ini pertanda kami sekeluarga bisa ke NYC dan ketemuan dengan Dita di sana (Amiinnn).

  • SANGAT RAJIN MENULIS DI BLOG

Tahun 2018, saya lumayan rajin menulis blog. Ada 48 tulisan, dibandingkan tahun 2017 yang hanya 34 tulisan dalam setahun. Jadi target lebih rajin menulis di blog tahun 2018, tercapai. Tahun 2018, 41% lebih produktif dibandingkan 2017.  Lagi-lagi, saya memberikan apresiasi kepada diri sendiri karena bisa meluangkan waktu untuk melakukan hobi lainnya yaitu menulis blog selain membaca buku, ditengah kesibukan berkegiatan setiap hari.

  • RECONNECTING

Sudah saya niatkan tahun 2018 saya akan memulai memperbaiki tali silaturrahmi dengan cara menyapa teman-teman lama maupun saudara yang lama tidak terdengar kabarnya. Bersyukur ada beberapa teman lama yang akhirnya sekarang saling berkirim kabar dengan saya. Sekedar menyapa “Hai bagaimana kabar kamu sekarang?” ternyata bisa membuat yang disapa sangat senang lho dan efeknya ke saya sebagai pihak penyapa pun menjadi senang. Semoga hal ini bisa saya lakukan secara berkelanjutan.

KELUARGA

Syukur saya ucapkan keluarga kami tahun 2018 melewati hari demi hari dengan banyak belajar hal yang baru. TIdak perlu saya sebutkan di sini hal-hal baru apa, tapi semuanya semakin membuat kami semakin dekat dan menghargai waktu kebersamaan. Menyadari bahwa waktu tidak bisa diputar ulang, kami memanfaatkan waktu bersama sebaik mungkin. Salah satunya yang kami lakukan adalah mengurangi intensitas menggunakan Hp atau gadget jika di rumah. Dengan cara tersebut, kami bisa saling terhubung secara nyata tanpa harus saling sibuk sendiri.

  • SYUKURAN

Tahun ini memang kami beberapa kali mengadakan syukuran. Awal tahun kami mengadakan syukuran yang beberapa ceritanya pernah saya tulis di blog. Nah syukuran yang akan saya ceritakan ini spesial tapi belum saya tuliskan di blog. Acara syukuran kali ini kami mengundang seluruh keluarga dan tetangga serta lima orang teman dekat yang datang beserta keluarga mereka. Saya sangat bersemangat sekali dengan acara kali ini karenanya saya niat memasak beraneka jenis makanan dan camilan. Ada beberapa yang saya juga pesan karena tidak bisa membuat sendiri.

Jadi saya memasak nasi kuning, sayur urap, sate ayam, sambel, sayap ayam panggang, sayur lodeh pake balungan, sambel goreng hati kentang pete, tahu telor bumbu rujak, perkedel, acar, bumbu sate,mie goreng kuning, dan lontong. Nah itu menu utamanya. Camilannya saya membuat muffin keju lemon, martabak-martabak mini isi bihun, lumpia semarang isi rebung tahu dan wortel pakai saus tauco, menggoreng beberapa jenis kerupuk termasuk rambak sapi. Yang saya pesan ke Rurie risoles, taart, dan lupis. Sedangkan bakwan sayur dikasih oleh Fitri.

Syukuran
Syukuran
Sate Ayam - Syukuran
Sate Ayam – Syukuran
Sayap Ayam Panggang - Syukuran
Sayap Ayam Panggang – Syukuran
Tahu Telur bumbu rujak, sambel goreng hati kentang pete, mie goreng - Syukuran
Tahu Telur bumbu rujak, sambel goreng hati kentang pete, mie goreng – Syukuran
Perkedel, Acar, Sambel - Syukuran
Perkedel, Acar, Sambel – Syukuran
Nasi Kuning - Syukuran
Nasi Kuning – Syukuran
Risoles, pesen di Rurie - Syukuran
Risoles, pesen di Rurie – Syukuran
Urap Sayur - Syukuran
Urap Sayur – Syukuran

Niat banget ya masaknya sampai sebegitu banyaknya. Iya, saya memang sebegitu niatnya karena seperti yang saya sebutkan sebelumnya kalau syukuran kali ini benar-benar spesial. Tapi melihat semua yang datang benar-benar senang, rasa capek masak rasanya terbayarkan karena mereka menikmati yang kami suguhkan. Semua keluarga senang bisa berkumpul bersama, saya juga senang bisa bertemu dengan teman-teman dekat yang memang sangat jarang bertemu. Oh ya, Es Podeng Cake yang saya pesan di Rurie rasanya juara. Kalau untuk urusan buat taart, mending saya pesan saja, daripada pusing bikin sendiri.

Lengkap satu meja - Syukuran
Lengkap satu meja – Syukuran
Tukang masaknya, kelaparan - Sykuran
Tukang masaknya, kelaparan – Sykuran
  • RENCANA MUDIK KE INDONESIA

Awal tahun kami sudah merencanakan dengan matang akan mempersiapkan liburan ke Indonesia pada akhir 2018. Bahkan persiapan tersebut sudah sangat matang. Tapi ternyata kami belum berjodoh mudik tahun 2018. Kami diberikan rejeki lainnya, Alhamdulillah. Tidak apa-apa, diundur sejenak liburan ke Indonesia menjadi ke tahun 2020, yang artinya nanti pada saat kami liburan ke Indonesia, genap 5 tahun lebih saya tidak pulang. Mudah-mudahan tidak kaget dengan segala perubahan yang ada di Indonesia.

JALAN-JALAN

Setiap tahun, kami selalu mempunyai rencana untuk mengunjungi satu negara baru sebagai tujuan liburan kami. Saya pernah menuliskan bahwa tahun 2018 akan menjadi tahun yang menantang dalam hal bepergian. Dan memang hal itu terbukti tapi dalam arti yang positif. Bersyukur walaupun kami perlu melakukan penyesuaian terhadap beberapa hal berkaitan dengan pelaksanaan di lapangan, tapi bukan sesuatu yang besar. Liburan bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

Awalnya rencana mengunjungi negara baru tahun ini hanya ke Portugal (road trip selama 10 hari mengunjungi 7 kota sekaligus liburan untuk merayakan ulang tahun saya), tapi bersyukur kami diberikan rejeki dan waktu sehingga pada bulan Desember saat musim dingin kami bisa berlibur satu minggu ke Malta. Liburan pertama tahun 2018, kami pergi ke Münster , Jerman, pada bulan Februari. Ini liburan singkat sih hanya pada akhir pekan saja. Ketika suami berulangtahun, kami merayakan dengan road trip ke wilayah Bavaria, Jerman. Road trip kali ini lumayan menantang karena jarak tempuh yang lumayan lama dari tempat tinggal kami yaitu 12 jam perjalanan. Tapi ternyata semua berjalan baik-baik saja tanpa ada kendala berarti.

KESEHATAN

Kesehatan seluruh keluarga di tahun 2018 lumayan bagus. Ada sakit tapi tidak yang serius misalkan batuk dan demam karena pergantian musim. Khusus untuk saya, bulan Desember lumayan kena hantam sakit yang agak bikin keliyengan. Saat kami liburan di Malta, saya mulai sakit pilek yang awalnya karena sinusitis kambuh. Eh ternyata keterusan demam dan batuk. Beruntungnya karena sedang liburan dan terbawa suasana senang, jadi sakit tidak terlalu saya rasakan. Tetapi begitu sampai rumah, sakitnya malah parah. Belum selesai sakit pilek dan kawan-kawannya, eh terbitlah ambeien. Seumur-umur saya belum pernah kena ambeien jadi pas dua hari kena, ampun saya tidak bisa beraktifitas sama sekali cuma tergolek di tempat tidur. Untungnya (dasar Jawa, masih saja ada untungnya), kok ya pas libur Natal jadi segala sesuatu di rumah diurusi suami meskipunsaya tidak bisa Natalan di rumah mertua. Disinyalir sakit ambeien ini karena beberapa hari sebelumnya saya meminum obat penambah zat besi (karena tubuh sedang kekurangan zat besi) yang diberi resep oleh dokter.

Nah karena saya tidak tahan dengan rasa sakit ambeien, jadi beberapa kali saya telpon dokter untuk meminta resep atau tindakan apa yang bisa membuat sakitnya minimal berkurang. Walaupun sudah diberi resep pil, salep, dan sirup, tapi kok rasanya beberapa hari itu sakitnya tidak berkurang. Tapi dokter pun tidak bisa mengambil tindakan yang lebih dari itu, untuk saat ini. Ternyata oh ternyata, setelah saya telatenin obat-obatnya, rasa sakitnya mulai berkurang. Cuma saya saja yang kurang sabar karena tidak kuat sakit. Bersyukur sekarang semua sakit itu sudah tidak ada lagi. Mudah-mudahan jangan datang lagi.

 

Begitulah rekap singkat (yang tidak terlalu singkat juga) saya tentang hal-hal penting yang terjadi di tahun 2018. Tahun yang penuh berkah, bahagia, dan penuh pembelajaran. Geweldig! kalau kata orang Belanda. Tahun yang super!

Selanjutnya saya akan menuliskan apa saja rencana yang ingin saya lakukan ditahun 2019.

RENCANA TAHUN 2019

Sejujurnya saya pribadi tidak terlalu punya banyak rencana di tahun ini. Inginnya merencanakan beberapa hal per tiga bulan saja misalnya, melihat situasi dan kondisi. Namun begitu, ada beberapa rencana yang saya pikir bisa dilakukan sepanjang tahun, seperti :

  • Tetap dengan target membaca buku, saya berencana bisa membaca 35 buku ditahun 2019 ini meskipun target di Goodreads tetap saya tulis sebanyak 50 buku. Sekitar 20 judul buku baru sudah ada di perpustakaan rumah kami yang kebanyakan adalah non fiksi. Ya, saya sedang senang membaca buku non fiksi terutama yang berhubungan dengan Parenting dan Kesehatan Mental.
  • Untuk urusan jalan-jalan, kami tetap berencana bisa mengunjungi satu negara baru tahun ini. Sudah ada gambaran negara mana yang akan kami kunjungi. Dan, tahun ini akan lebih menantang bagi kami sekeluarga untuk urusan jalan-jalan. Semoga diberikan kelancaran.
  • Tahun kemarin saya berencana ingin daftar kuliah atau kursus tapi masih belum bisa terlaksana. Nah karena ujian integrasi semua sudah saya tunaikan, maka tahun 2019 saya berencana ingin fokus kembali belajar bahasa Belanda sebagai persiapan akan kembali mencari pekerjaan ditahun 2020. Rencananya tahun 2020 saya akan mengikuti ujian bahasa Belanda level B2 sebagai bekal bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan saya inginkan. Selain itu, saya juga mulai akan membekali dengan update informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan saya cari tahun depan.
  • Tahun 2019 ini, mudah-mudahan saya bisa kembali menonton konser karena sudah ada tiga tiket konser musik yang sudah saya beli. Tiga konser tersebut adalah Maroon 5, Backstreet Boys (BSB), dan Bon Jovi. BSB dan Bon Jovi adalah impian saya sejak dulu. Jadi ketika bisa membeli tiket konser mereka, rasanya tinggal selangkah lagi saya bisa mewujudkan impian bisa menonton konser mereka. Mudah-mudahan terlaksana ya. Kita lihat saja nanti.
  • Rencana tahun 2018 saya akan mulai ikutan race lari 10km, ternyata masih belum bisa karena kondisi belum memungkinkan. Nah, mulai pertengahan tahun 2019, saya sudah mulai bisa latihan lari karena rencananya tahun 2020 bulan Maret saya dan suami akan ikut Half Marathon (21km). Kalau bisa terlaksana, ini akan jadi HM pertama saya. Semoga saya bisa konsisten latihan
  • Untuk keluarga, semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menyertai keluarga kami. Segala rencana (yang tidak bisa saya tuliskan di sini) bisa terlaksana dengan lancar dan diberikan kemudahan. Semoga keluarga kami selalu diberikan umur yang berkah, bermanfaat bagi semua dan tidak lupa bersyukur atas segala rejeki dan titipanNya.
  • Karena tahun 2019 kegiatan dan kesibukan akan bertambah, makan saya berencana tahun ini mengurangi kegiatan menulis blog, blogwalking maupun mengurangi eksistensi saya di dunia maya (terutama twitter). Saya akan lebih fokus pada kegiatan di dunia nyata terutama untuk keluarga. Jadi kebalikan dari tahun kemarin yang saya targetkan lebih rajin ngeblog dan berhasil, maka tahun ini saya akan mengurangi intensitas ngeblog. Prioritas saya saat ini adalah keluarga dan ingin belajar hal-hal yang menunjang kembalinya saya nanti di dunia kerja (dan mudah-mudahan bisa kuliah lagi juga).

 

Untuk Indonesia, semoga Pemilu 2019 bisa berjalan dengan lancar tanpa gontok-gontokan dan tanpa saling menjatuhkan. Pilihan Presiden bisa saja berbeda, tapi kita bisa menggunakan akal sehat supaya apa yang kita pilih memang berdasarkan yag terbaik menurut kita tanpa merusak tali pertemanan maupun persaudaraan.

Dan untuk mereka yang sedang berjuang (berikhtiar) dalam hal kesehatan, karir, keluarga atau apapun itu, saya haturkan doa semoga perjuangannya diberikan kemudahan untuk mencapainya dan kelancaran pada saat prosesnya.

-Nootdorp, 6 Januari 2019-

 

 

 

Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta

Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta

Sejak saya pindah ke Belanda, setiap Desember kami menyempatkan untuk mengunjungi Pasar Natal. Tahun 2015, kami ke Pasar Natal yang ada di Köln, Jerman. Tahun 2016, kami ke Pasar Natal yang ada di Den Haag. Sedangkan tahun 2017, kami libur dulu tidak datang ke pasar Natal karena kondisi yang tidak memungkinkan. Tahun 2018 ini, kami kembali datang ke Pasar Natal dan kali ini kami beruntung sewaktu ke Malta ternyata bertepatan dengan pasar Natal yang skalanya besar bernama Natalis Notabilis.

Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta

Natalis Notabilis adalah pasar Natal yang lokasinya berada di jalan-jalan sempit dan bersejarah di kota Rabat, Malta. Jalan sempit ini diubah menjadi seperti negeri yang bernuansakan Natal dan mengusung tema yang unik. Menampilkan kios-kios yang terbuat dari kayu dan berjejer dihiasi oleh lampu-lampu cantik adalah salah satu daya tariknya.

Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta

Natalis Notabilis tahun 2018 berlangsung dari tanggal 7-13 Desember, dari jam 6 sore sampai 11 malam dan di hari-hari tertentu dari jam 11 siang sampai jam 11 malam. Tidak hanya makanan saja yang ada di pasar Natal ini, tetapi barang-barang kerajinan tangan, pakaian, pernak pernik dekorasi rumah dan masih banyak lainnya yang juga dijual.

Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta

Makanan yang dijual pun, dari yang internasional seperti makanan khas Jerman, sampai makanan lokal yang rasanya manis seperti Qagħaq tal-għasel (Honey Ring), Qastan tal-imbuljuta (cokelat panas dengan chestnut), Imqaret (Date Pastry), dan datang ke pasar Natal tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi Glühwein. Kami juga sempat membeli Honey Ring, cuma saya ternyata tidak cocok rasanya. Terlalu manis untuk lidah saya.

Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Ini rasanya manis, isinya seperti Vla. Namanya Cannoli - Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Ini rasanya manis, isinya seperti Vla. Namanya Cannoli – Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Honey Ring - Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Honey Ring – Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta
Gluhwein - Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Gluhwein – Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta

Setiap pasar Natal mempunyai keunikan dan ciri khas masing-masing. Karenanya kami selalu tertarik untuk mengunjungi pasar Natal yang berbeda setiap tahunnya, jika memungkinkan. Merasakan kehangatan suasana di bulan Desember dan melihat keceriaan yang ada di sana, kesyahduan suasana. Semoga kedepannya pasar Natal yang ada di seluruh dunia tidak lagi dinodai oleh gangguan dari pihak-pihak yang menyebabkan banyak orang menjadi meninggal dunia. Semoga dunia kembali semakin damai.

Natalis Notabilis - Pasar Natal di Malta
Natalis Notabilis – Pasar Natal di Malta

Tahun ini pertama kalinya kami tidak memasang Pohon Natal, sampai situasi dan kondisi memungkinkan, mungkin 2 tahun lagi. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat kami untuk merasakan dan menikmati kesyahduan Natal. Di rumah kami bahkan sudah ada Nastar dan Kue Mawar, yang jumlahnya menyusut drastis dari yang nampak difoto karena setiap hari dicamilin.

Enak banget ini
Enak banget ini

Saya mewakili kami sekeluarga mengucapkan Selamat hari raya Natal untuk teman-teman semua yang merayakan. Semoga dunia ini semakin dipenuhi dengan kehangatan dan cinta kasih, damai untuk semuanya. We Wish You A Merry Christmas and Happy Holidays.

Pohon Natal di rumah kami tahun kemaren
Pohon Natal di rumah kami tahun kemaren

-Nootdorp, 23 Desember 2018-

Musim Dingin yang Hangat di Malta (Bagian 1)

Malta

Kami baru saja beberapa hari di rumah setelah satu minggu “mengungsi” ke negara yang sepanjang tahun berlimpah sinar matahari, yaitu Malta. Anggap saja ini liburan untuk ulang tahun saya yang dipercepat beberapa bulan karena biasanya kalau saya ulang tahun, pasti kami pergi liburan. Dikarenakan pada saat ulang tahun saya nanti akan ada kesibukan yang tidak mungkin meninggalkan Belanda ataupun jalan-jalan jauh meskipun sekitar Belanda, ya jadi anggap saja ini pengganti liburan ulang tahun  (haha ini sih sebenarnya agak maksa). Aslinya sih ya ini liburan dadakan. Jadi pada suatu hari, suami tiba-tiba melontarkan ide untuk liburan akhir tahun, sekalian pertama kali ngungsi pada saat musim dingin di Belanda. Setelah mendapatkan beberapa alternatif tempat, akhirnya pilihan jatuh ke Malta, ide dari seorang teman baik di sini.

Kami baru benar-benar memutuskan akan pergi kira-kira 1.5 minggu sebelum waktu keberangkatan. Biasanya yang kebagian mencari informasi hotel dan tempat-tempat yang akan kami datangi, itu tugas saya. Tapi karena mendadak dan banyak hal yang saya urus dalam minggu tersebut, akhirnya suami yang mengurus semua hal untuk liburan kali ini. Dia bilang sudah ikutan paket Tour. Wah, saya kaget juga ya, kok kali ini mau ikutan Tour karena selama ini tidak pernah. Dia bilang paket yang ditawarkan murah. Oh ternyata setelah saya tanya lebih dalam, maksudnya paket tour ini adalah harga pesawat dan hotelnya saja. Dan memang jatuhnya murah sekali untuk ukuran satu minggu di sana. Jadi kami kali ini memanfaatkan jasa TUI. Dan testimoni dari kami, puas karena semua diurus termasuk penjemputan dari Bandara di Malta sampai ke hotel dan begitu juga saat kembali. Nah sehari-harinya, ya kami jalan sendiri, tidak ikut dengan paket tour yang mereka tawarkan, jadi lebih fleksibel.

Kami berangkat dari rumah jam setengah 9 pagi karena Air Malta, pesawat yang membawa kami ke Malta jadwalnya berangkat setengah 12. Kali ini kami hanya membawa satu koper besar dan masing-masing dari kami membawa tas punggung, semua untuk keperluan satu minggu untuk sekeluarga. Ternyata oh ternyata, sesampainya di Schiphol, membaca pengumuman, penerbangan mundur tiga jam. Haduhh kesel banget kalau ada jadwal mundur begini. Terbayang sampai Malta pasti sudah gelap karena lama penerbangan 3 jam. Singkat cerita, jam setengah tiga sore kami baru terbang dan sampai Malta jam setengah 6. Selama penerbangan, aman terkendali, hanya sedikit kendala minor saja. Kami baru sampai hotel sekitar jam 7 malam dengan keadaan yang luar biasa capek karena jadwal penerbangan yang mundur.

Air Malta
Air Malta

Kalau berbicara tentang Malta, dulu selalu saya mikirnya negara pulau ini selalu padat dengan turis, terlebih turis Eropa. Selain itu, saya juga berpikirnya yang bisa dikunjungi hanyalah pantai saja. Tetapi saya salah besar. Ada banyak hal yang baru saya ketahui sebelum berkunjung ke Malta karena sempat membaca sejarahnya dan juga saat ada di sana jadi bisa tahu secara langsung seperti apa dan bagaimana Malta itu sesungguhnya, termasuk mengamati orang-orang lokalnya. Pada tulisan kali ini, saya belum akan menuliskan tempat-tempat yang kami kunjungi, melainkan berbagi informasi tentang Malta dari pengalaman kami ke sana. Karena tulisan ini ternyata jadinya panjang, maka akan saya bagi menjadi dua bagian.

  • Sekilas Tentang Malta

Malta atau yang disebut sebagai Republik Malta adalah negara pulau. Kepulauan Maltese yang terdiri dari Malta, Comino, dan Gozo dikelilingi oleh birunya laut mediterania di selatan Sisilia. Karena letaknya juga dekat dengan Tunisia, maka pengaruh Afrika Utara juga ada di pulau ini. Malta yang tidak terlalu besar, yaitu hanya 27km panjang dan 14km lebar, menjadikan Malta termasuk 10 negara terkecil di dunia.

Malta_Map_-_English_Language_School__Learn_English_-_ELA_Malta (Sumber : http://www.elamalta.com/malta-map)
Malta_Map_-_English_Language_School__Learn_English_-_ELA_Malta (Sumber : http://www.elamalta.com/malta-map)

Bahasa resmi yang diguanakan di Malta adalah Bahasa Maltese dan Inggris. Bahasa Maltese merupakan percampuran antara bahasa Arab dan Italia. Karenanya saat pertama kali saya mendengarkan warga lokal berbicara, langsung saya mengenali aksen arabnya. Bahkan banyak jalan banyak yang masih menggunakan kosakata arab dan ada dua kota favorit para turis yang terdengar sangat Arabic, yaitu Rabat dan Mdina. Tidaklah heran karena bangsa Arab pernah memerintah negara ini selama 220 tahun sebelum akhirnya dikoloni oleh Inggris dan beberapa bangsa Eropa lainnya. Negara ini sangat bangga dengan Ksatria Malta yang legendaris, yang berjuang melawan Turki dan meluncurkan Perang Salib.

  • Musim Terbaik Mengunjungi Malta

Tidak ada waktu terbaik untuk mengunjungi Malta karena sepanjang tahun adalah waktu yang baik, matahari menyinari negara ini, bahkan saat musim dingin sekalipun. Sewaktu kami di sana, tidak sekalipun turun hujan dan suhu maksimal 20 derajat celcius. Jadi bisa dibayangkan betapa senangnya kami selama seminggu merasakan hangat matahari tanpa harus menggunakan jaket (meskipun kadang anginnya agak semriwing dingin ya), sedangkan suhu di Belanda sudah masuk ke angka minus di pagi hari. Dari beberapa artikel yang saya baca, lebih enak lagi jika mengunjungi Malta saat musim semi dan musim gugur. Jika musim panas, matahari terlalu terik dan yang pastinya penuh sesak turis juga karena musim liburan.

Matahari cerah - Dingli Cliffs
Matahari cerah – Dingli Cliffs

Karena kami ke sana bukan musim liburan, jadi berasa sekali kalau Malta itu sepi. Sepanjang minggu, yang sering kami temui adalah rombongan Oma dan Opa dan juga sebagian kecil keluarga dengan anak balita. Bahkan di hotel tempat kami menginap, lebih banyak rombongan Oma dan Opa. Kami kasak kusuk, kalau musim panas pasti hotel ini penuh dengan anak-anak muda. Syukurlah kami ke sana saat musim dingin dan bukan musim liburan jadi di mana-mana tidak penuh sesak dengan turis. Nah keuntungan lainnya, harga tiket pesawat dan hotelnya juga jadi super murah.

  • Malta Bukan Hanya Tentang Pantai

Seperti yang saya singgung sebelumnya, dulu saya mengira Malta itu hanya tentang pantai dan pantai. Ternyata saya salah. Sejarah Malta sangat menarik untuk diketahui dan banyak bangunan-bangunan bersejarah yang sangat indah. Tidak hanya tentang sejarahnya, alam Malta pun benar-benar membuat saya terpesona, indah. Selama kami di sana, terus terang tidak terlalu banyak tempat yang kami kunjungi karena liburan kali ini benar-benar santai. Kami benar-benar menikmati alam Malta dan keindahan bangunan dan sejarahnya. Menyusuri setiap sudut kota yang kami datangi, menyusuri gang-gangnya dan masuk serta duduk-duduk di depan bangunan-bangunannya yang indah.

Salah satu gang di kota Rabat
Salah satu gang di kota Rabat
Ta' Pinu, Gereja terbesar di Pulau Gozo
Ta’ Pinu, Gereja terbesar di Pulau Gozo

Karena kami tinggal di negara yang sangat datar, begitu melihat ada bukit, kaki rasa gatel juga untuk trekking. Jadilah beberapa kali kami sempat trekking juga. Lumayan juga lho kami jalan kaki dan atau trekking kalau ditotal setiap harinya bisa mencapai 10km-15km. Begitu sampai atas, rasanya terbayarkan usaha naik saat melihat pemandangan laut yang luar biasa indahnya. Mungkin karena darah saya adalah anak pesisir, jadi kalau lihat laut rasanya seperti bertemu saudara kandung, riang dan gembira luar biasa.

Malta sangat cantik!

Malta
Malta
Trekking ke Kastil Merah di Mellieha
Trekking ke Kastil Merah di Mellieha
Trekking di Dingli Cliffs
Trekking di Dingli Cliffs

Untuk bagian satu, sampai disini dulu ya. Nanti akan saya lanjutkan ke bagian kedua tentang hotel yang kami tempati yang sangat cihuyy fasilitas dan lokasinya, tentang kemudahan transportasi di Malta, Kuliner Malta, Harga yang lebih murah, dan turis-turis yang datang ke Malta. Jadi, simak bagian selanjutnya

-Nootdorp, 19 Desember 2018-

Tradisi Berkirim Kartu Ucapan di Belanda

Kartu Ucapan Natal dan Tahun Baru yang akan saya kirimkan tahun ini

Wah, masih musim nih saling berkirim kartu dijaman yang hanya sejauh satu klik jempol?

Di Belanda, berkirim kartu ucapan sudah menjadi tradisi. Saking benar-benar mengakar dengan kuat, sampai toko apapun rasanya selalu ada tempat untuk menjual kartu ucapan. Dari Supermarket, toko buku, toko anak-anak, dan toko serba ada. Bahkan di pasar pun ada toko khusus yang menjual kartu-kartu ucapan dari segala jenis. Mungkin hanya toko-toko spesifik seperti toko daging, toko ikan saja rasanya yang tidak menjual kartu ucapan. Seringkali jika sedang jalan-jalan sore lalu ke toko Buku namanya Bruna, saya sengaja mampir hanya ingin melihat-lihat saja kartu-kartu ucapan yang ada. Saking banyak yang lucu dan bagus, makanya saya senang memperhatikan dan mengamati kartu ucapan apa saja yang ada di sana.

Saya dari dulu sangat senang berkirim kartu. Kalau tidak salah ingat, sejak SD. Jadi kalau lebaran atau ada yang ulang tahun, saya selalu berkirim kartu. Tentunya kepada keluarga atau teman yang sangat dekat. Berasa senang kalau sudah mulai menuliskan di kartu dan memikirkan kata-kata apa ya yang sekiranya bisa saya goreskan di sana. Oh, saya tiba-tiba ingat, dulu juga sering saling berkirim kartu dengan sahabat pena yang kenalnya dari majalah. Wah masa-masa itu, rasanya senang kalau pak pos datang ke rumah dan tidak sabar membuka surat atau kartu ucapan yang dibawa. Sampai terakhir di Surabaya pun, saya masih setia dengan berkirim kartu. Bukan hanya kartu ucapan tapi juga kartupos kalau sedang bepergian.

Nah di Belanda ini, meskipun negaranya sudah maju begini, tapi tradisi berkirim kartu masih sangat terjaga sampai sekarang. Tentu saja hal tersebut menyenangkan buat saya karena seperti telah tersebut sebelumnya kalau berkirim kartu itu jadi salah satu kegiatan yang saya lakukan dari dulu. Rasanya beda jika menuliskan ucapan apapun lewat kartu dan mengirimkan langsung ke tempat tujuan atau lewat pos. Sentuhan personalnya lebih terasa karena saat menuliskan di kartu, kita memikirkan orang yang akan dikirimi dan memikirkan kata-kata apa yang akan dituliskan dan juga memilih kartu seperti apa yang cocok dengan situasi penerima.

Semarak berkirim kartu di Belanda makin terasa apalagi kalau menjelang hari-hari khusus semisal Natal, Tahun Baru dan Hari Ibu. Tidak hanya hari-hari khusus yang skala nasional, yang benar-benar personal pun kartunya dijual bahkan kadang yang tidak terpikirkan, misalkan kartu ucapan selamat karena bertambahnya anggota keluarga setelah mengadopsi kucing, anjing, burung atau hewan peliharaan lainnya. Kartu ucapan personal lainnya adalah kartu yang mengabarkan kelahiran (biasanya didesain sendiri, lalu dicetak dalam jumlah banyak. tidak membeli yang sudah ada di toko), kartu ucapan sudah lulus ujian sekolah, lulus ujian menyetir, kartu ulang tahun pastinya, kartu selamat atas kehamilan, kartu semoga cepat sembuh dari sakit, kartu selamat menempati rumah baru, kartu berbelasungkawa, kartu mengabarkan kematian, bahkan sekedar kartu ucapan terima kasih, dan masih banyak lagi kartu ucapan-ucapan lainnya yang sifatnya personal.

Mama mertua rajin sekali berkirim kartu. Bahkan Beliau masih menyimpan kartu ucapan yang diterima dari awal melahirkan anak pertama sampai anak terakhir, padahal itu sudah puluhan tahun lalu. Saya senang kalau ke rumah Mama dan melihat betapa rapinya dokumentasi Beliau, makanya saya jadi ikutan mencontoh. Saya mendokumentasikan hal-hal yang sifatnya personal dengan catatan di buku khusus semacam scrap book. Saya sudah punya beberapa. Menyenangkan lho menuliskan cerita perjalanan kehidupan di buku dilengkapi dengan beberapa foto dan beberapa barang lainnya. Saya bisa bercerita banyak hal di sana. Kalau dibaca lagi benar-benar membuat senyum-senyum mengingat apa yang sudah saya lewati sejauh ini.

Kembali lagi ke kartu ucapan, selama di sini saya menerima beberapa jenis kartu ucapan. Semuanya masih saya simpan dengan rapi dalam kotak dan saya bedakan sesuai kategorinya. Entah sampai kapan akan saya simpan. Jika ada momen khusus seperti ulang tahun atau melahirkan, kartu ucapannya biasanya dijejer dulu di meja khusus atau di meja dekat TV, beberapa lama kemudian baru disimpan, seperti itu gambaran orang Belanda ketika menerima kartu ucapan. Tahun ini saya menerima kartu ucapan selamat hari raya Idul Fitri, yang dikirim oleh Astrid. Selama di Belanda, baru kali ini saya menerima kartu ucapan lebaran. Jadinya terharu

Kartu ucapan lebaran dari Astrid
Kartu ucapan lebaran dari Astrid

Setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru, sejak pertengahan November saya sudah sibuk mencicil menuliskan kartu ucapan Natal dan Tahun Baru. Biasanya saya akan kirimkan pertama buat teman dan saudara yang diluar Eropa. Satu atau dua minggu menjelang Natal, saya mulai berkirim yang disekitar Eropa. Nah untuk didalam Belanda, saya kirimkan seminggu atau beberapa hari menjelang Natal. Tahun lalu saya absen berkirim kartu karena tidak sempat. Tahun ini saya mulai berkirim lagi kartu ucapan Natal dan tahun Baru. Kartu-kartu yang saya kirimkan tahun ini sudah saya beli tahun kemarin dari anak tetangga yang menjual karena kegiatan sosial di sekolahnya yang dananya disalurkan untuk mendukung kegiatan anak-anak berkebutuhan khusus di Belanda. Lumayan, ada 30 kartu.

Kartu Ucapan Natal dan Tahun Baru yang akan saya kirimkan tahun ini
Kartu Ucapan Natal dan Tahun Baru yang akan saya kirimkan tahun ini

Beberapa kartu sudah saya kirimkan untuk teman-teman yang beralamat di luar Eropa. Sebagian besar lagi masih saya cicil menuliskannya. Menyenangkan lho rasanya menuliskan pesan-pesan didalamnya yang berbeda-beda disesuaikan kepada siapa yang akan dikirimi. Itulah kenapa saya suka sekali berkirim kartu ucapan apapun (dan juga kartupos saat liburan).

Kamu suka juga berkirim kartu ucapan? kapan terakhir menerima atau berkirim kartu ucapan?

-Nootdorp, 5 Desember 2018-

Oh iya, tanggal 5 Desember di Belanda merayakan hari Sinterklaas. Malam ini kami membuka kado (karena cuma satu kadonya haha). Nanti tanggal 25 Desember juga akan membuka kado-kado lagi.

Mengingat Lima Tahun Lalu

Ketemu pertama, makan di tempat makan yang banyak gazebo di Mulyorejo Surabaya. Saya mengajak sahabat saya haha jadi ini bukan kecncan

Saya bukan pengingat tanggal yang baik, tapi saya bisa mengingat momen. Untuk mengingat tanggal-tanggal penting seperti ulang tahun, bahkan tanggal ulang tahun sahabat-sahabat, saya mengandalkan pengingat di telepon genggam. Setali tiga uang, hal tersebut juga berlaku pada suami saya. Jadi kami ini pasangan yang suka dan gampang mengingat momen dibandingkan tanggal. Hanya keluarga dekat saja yang saya ingat luar kepala tanggal-tanggal pentingnya.

Beberapa hari lalu, kami baru saja melewati lima tahun, tepatnya lima tahun sejak awal perkenalan. Bukan lima tahun pernikahan ya (karena itu masih tahun depan). Bagaimana kami bisa selalu mengingatnya, karena pada saat perkenalan tersebut ada momen yang tidak kami lupa. Dan tanggal perkenalan itu juga kami jadikan salah satu bagian penting dalam pernikahan kami. Karenanya, kami selalu merayakan dua hal yang berkaitan dengan kebersamaan, yaitu tanggal pada saat kami berkenalan dan tanggal pada saat kami menikah (selain setiap bulannya kami juga selalu mengucapkan gefeliciteerd atau selamat pada tanggal pernikahan).

“Gaat snel,” begitu orang Belanda menyebutnya. Waktu begitu cepat berlalu. 5 tahun yang kami lalui dari awal berkenalan sampai saat ini benar-benar kami nikmati setiap saat. Mungkin karena itulah, jadi tidak terasa. Pertengkaran, berbeda pendapat, segala romantis yang ada, bahkan naik turun dan susah senang membawa kami bertahan sampai hari ini dan semoga sampai seterusnya. Tidak dapat dipungkiri, banyak sekali perbedaan diantara kami. Tapi sejauh ini, kami bisa membuat segala perbedaan itu tetap berjalan beriringan, bukan menyatukan. Ada banyak sekali kompromi, legowo, saling menerima kekurangan masing-masing dan saling berkomitmen dengan diri sendiri untuk selalu lebih baik setiap harinya.

Saya merasa (dan diamini oleh suami), saya yang sekarang jauh lebih baik dan lebih stabil dibandingkan saat sebelum bersama suami. Bukan, saya berubah bukan karena atau demi dia. Tapi saya berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik demi diri saya sendiri. Saya selalu mengingat bahwa seseorang akan merugi kalau hari ini tidak lebih baik dari hari sebelumnya. Karenanya, saya tidak mau menjadi orang yang merugi. Lima tahun bersama dia, dari awalnya yang saya sangat emosian dan susah mengendalikan amarah, sekarang saya jauh lebih santai dan lebih bisa mengatur emosi. Dan itu membuat jiwa saya lebih tenang dan nyaman. Saya berpikir, buat apa gampang tersulut oleh amarah. Malah membuat diri sendiri rugi dan capek sendiri. Lebih baik saya menyimpan energi dan menyalurkannya untuk hal-hal yang lebih berguna. Membicarakan secara kepala dingin setiap ada perbedaan. Saat ini saya lebih fokus dengan apa yang ada, benar-benar menikmati setiap detiknya, karena waktu tidak akan pernah berulang.

Ketemu hari pertama, malam harinya nya makan di tempat makan yang banyak gazebo di Mulyorejo Surabaya. Saya mengajak sahabat saya haha jadi ini bukan kencan. Lalu lapar lihat menu yang ada di meja
Ketemu hari pertama, malam harinya nya makan di tempat makan yang banyak gazebo di Mulyorejo Surabaya. Saya mengajak sahabat saya haha jadi ini bukan kencan. Lalu lapar lihat menu yang ada di meja

Sehari sebelum merayakan lima tahun tersebut, kami mengingat apa yang terjadi lima tahun lalu. Setiap detilnya masih kami ingat dengan baik dan itu membuat kami cekikikan dan tersenyum tak tertahankan. Betapa dari obrolan yang tidak penting, siapa sangka 8 bulan kemudian kami menikah. Kalau ada lagu yang bisa mewakili suara hati suami saat bertemu saya pertama kali, Terpesona punya Glenn Fredly mungkin yang pas. “Terpesona pada pandangan pertama …. ” *Terus mblenek dewe nulis ngene, ke PD en.

Bahkan dua sahabat saya pun sebagai saksi dari awal kami berkenalan, mengingat dengan baik apa yang terjadi setelahnya. Kalian memang the best!. Hubungan jarak jauh dari sebelum menikah bahkan setelah menikah. Perkenalan yang singkat saat saya sedang fokus menyelesaikan tesis dan tidak terpikir sama sekali tentang pernikahan. Campur nekat juga karena saya baru meng-iya-kan lamarannya setelah dua kali melamar dan tiga bulan kemudian kami menikah. Saat itu saya baru merasa yakin bahwa dia adalah orang yang terbaik untuk bersama-sama menua dan sampai akhir hayat. Semoga memang kami jodoh yang dipertemukanNya dan tertuliskan dalam rencanaNya. Lima tahun memang masih terhitung baru, kamipun sampai sekarang masih saling belajar mengenal satu sama lain. Masih ada saja kejutan yang muncul. Yang saya percayai juga, pasangan yang baik adalah yang membuat satu sama lain menjadi lebih baik.

Tidak hanya dari saya yang sekarang merasa menjadi pribadi yang lebih baik, saya juga merasa suami jauh lebih baik kondisinya daripada saat awal kami bertemu. Dia pun berubah menjadi baik bukan untuk menyenangkan saya, tapi kesadaran datang dari dirinya sendiri, agar langkah kedepannya semakin baik. Dia berproses, saya berproses, kami saling berproses bersama. Kalau saya sedang “kumat”, cara jitu untuk menjinakkan kekumatan saya yaitu mengingat lagi hal-hal manis dari awal perkenalan dan semua susah senang yang telah kami lewati bersama. Dan cara itu, ampuh buat saya. Setidaknya, setelahnya saya jinak lagi haha. Seringkali kami juga rasa tidak percaya sudah lima tahun saling mengenal, mengingat setahun awal pernikahan layaknya bom molotov (ini saya ya haha, kalau dia lempeng forever).

Ketemu kedua, makan di food court dekat kampus. Saya kaget lho tadi lihat foto ini di Hp suami. Betapa lengan sekecil itu dulu. Maklum, mahasiswa kena kejar proposal tesis. Sekarang lengannya tetap kecil sih, bagian badan yang lain yang emngembang haha. Kaos ini masih ada sampai sekarang. Nanti kalau saya sudah menyusut kembali,akan saya pakai lagi. Lalu saya lapar lihat makanan yang di foto
Ketemu kedua, makan di food court dekat kampus. Saya kaget lho tadi lihat foto ini di Hp suami. Betapa lengan sekecil itu dulu. Maklum, mahasiswa kena kejar proposal tesis. Sekarang lengannya tetap kecil sih, bagian badan yang lain yang emngembang haha. Kaos ini masih ada sampai sekarang. Nanti kalau saya sudah menyusut kembali,akan saya pakai lagi. Lalu saya lapar lihat makanan yang di foto

Suami saya ini kalemnya luar biasa, malah kalau lama tidak ada gejolak-gejolak, saya yang cari perkara. Biar rumah agak rame sedikit gitu :))) yang ada malah saya yang uring-uringan sendiri. Kata suami, saya dulu ini bagaikan permainan halilintar di Dufan, sekarang seperti sprinter (kereta jarak pendek di Belanda yang santai dan sering berhenti). Cara berpikir dia sederhana, tapi eksekusinya yang luar biasa dan sangat menikmati proses. Kalau saya, cara berpikir ndakik ndakik (ketinggian), tapi eksekusinya lebih ndakik ndakik haha. Tapi sekarang saya lebih santai. Berusaha menikmati setiap momen, setiap proses yang ada karena semua ini tidak akan terulang lagi. Karena itulah sekarang saya lebih tenang, bisa bernafas dengan sadar tidak berusaha keras menjadi sempurna. Saya banyak belajar hal-hal baik dari dia.

Kencan makan Sushi
Kencan makan Sushi

Kami merayakan lima tahun tersebut dengan kencan di restoran sushi langganan. Kencan sambil membicarakan apa yang sudah kami lewati dan apa yang kami rencanakan ke depannya, apa yang kami tunggu dalam waktu dekat maupun apapun yang akan terjadi di depan. Dua jam berlalu tidak terasa saat kencan makan malam tersebut. Kami pulang, berjalan bersisian dan dalam hati kami berharap semoga langkah kami kedepan tetap bersama, berjalan saling bersisian, saling menopang saat keadaan susah, saling tertawa saat keadaan senang, selalu bersyukur dengan segala yang sudah dititipkan pada kami saat ini dan bisa menjaga dengan sebaik mungkin yang kami miliki. Semoga.

Ada yang seperti kami jugakah, masih mengingat kapan persisnya pertama kali berkenalan dengan pasangan?

-Nootdorp, 1 Desember 2018-

Keindahan Lake Como – Italia

Como - Lake Como - Italy

Catatan perjalanan di Italia pada tahun 2016

 

Hari kedua di Italia, kami menuju ke tujuan liburan selanjutnya yaitu Lake Como. Dari Milan, dengan mengendarai mobil sewa, tidak terlalu membutuhkan waktu lama untuk sampai ke penginapan kami di Lake Como, sekitar 1.5 jam. Kami menyewa kamar melalui Airbnb, yang jika dilihat dari foto-fotonya letaknya sangatlah menyenangkan dengan pemandangan Lake Como yang sangat fantastis. Ternyata oh ternyata, pemandangan yang luar biasa indahnya harus dibayar dengan susah menuju ke lokasi penginapan karena letaknya sangat di atas bukit. Dan dari tempat parkir mobil ke tempat penginapan harus berjalan kaki selama 10 menit melewati hutan kecil. Terbayang kalau malam lewat jalan setapak ini, berasa horornya *produk dibesarkan oleh film-film horor macam Suzanna ya begini ini, di mana-mana yang terpikir hantu haha.

Lake Como - Italia
Lake Como – Italia

Jalan sepanjang Lake Como cukup curam, sempit dan banyak kelokan. Untung saja suami lihai mengemudikan mobil, walaupun saya sepanjang jalan merepet, “Aduh, awas hati-hati. Aduh jangan ngebut-ngebut donk, yang penting sampai dengan selamat. Duh ga usah salip-salipan deh, jantungku ga kuat rasanya.” Yah maklum ya, orang Belanda memang kebanyakan kalau nyetir luar biasa ngebutnya (tapi tetap sesuai peraturan) apalagi kalau sudah main rem, kalau tidak tahan, jadi mual-mual.

Penginapan yang kami sewa selama tiga malam ini adalah usaha keluarga. Ada 6 kamar yang pemandangannya langsung ke Lake Como. Apalagi ruang makannya, benar-benar pengalaman yang tak terlupakan bisa makan sambil berlama-lama menatap suguhan alam yang indah langsung di depan mata.

Jalan menuju penginapan di Lake Como - Italia
Jalan menuju penginapan di Lake Como – Italia
Halaman depan penginapan
Halaman depan penginapan
Pemandangan dari ruang makan di penginapan - Lake Como - Italia
Pemandangan dari ruang makan di penginapan – Lake Como – Italia

Jika sedang perjalanan darat di Italia, saran saya sempatkanlah untuk mengunjungi beberapa danau di Italia yang memang terkenal dengan keindahannya seperti Lake Maggiore, Lake Garda, dan tentu saja Lake Como. Masih banyak yang lainnya juga tentu saja. Lake Como dengan luas 146 kilometer persegi merupakan danau terbesar ke tiga di Italia setelah Lake Garda dan Lake Maggiore. Kami mengunjungi ke tiga danau-danau tersebut. Kalau sudah singgah di Milan, tak ada salahnya untuk mampir ke Lake Como karena jarak yang tidak terlalu jauh dan untuk merasakan pengalaman yang berbeda, jauh dari hiruk pikuk di Milan.

Banyak pesohor yang memiliki properti di sini, sebut saja Goerge Clooney, Richard Branson, Madonna, dan masih banyak lainnya. Lake Como juga menjadi tempat latar belakang di beberapa film seperti : Ocean’s Twelve, Star Wars: Episode II – Attack of the Clones (yang tempat pengambilan gambarnya di Villa del Balbianello), James Bond movie Casino Royale juga di Villa del Balbianello. Karena terkenal sering menjadi latar belakang di beberapa film dan banyak pesohor yang ke Lake Como, maka banyak turis yang mengunjungi tempat ini. Dari pengalaman kami mengunjungi 3 danau terbesar di Italia, Lake Como yang paling banyak turisnya. Namun, masih dalam taraf yang nyaman karena Lake Como sendiri terdiri dari banyak kota dan sangat luas, jadi turis-turis yang datang tidak terpusat pada satu tempat atau kota saja.

Dari ruang makan bisa langsung melihat danaunya - Lake Como - Italia
Dari ruang makan bisa langsung melihat danaunya – Lake Como – Italia

Supaya lebih puas menjelajah Lake Como dan bisa mengunjungi beberapa kota yang ada di sana, menggunakan kapal adalah pilihan yang tepat dengan membeli tiket terusan yang bisa digunakan satu hari penuh. Dengan membeli tiket terusan, kita bisa naik dan turun di beberapa kota tanpa harus terburu waktu dan lebih hemat, jika memang tujuannya ingin menjelajah Lake Como dalam satu hari itu. Selain itu, pemandangan dari kapal juga luar biasa indahnya, mata dimanjakan oleh keindahan danau ini.

Pagi itu, kami mendapatkan kejutan dari pemilik penginapan. Karena hari itu suami berulangtahun, maka mereka memberikan secara gratis taart dan sebotol wine. Saya sedang berpuasa, maka saya minta tolong untuk disimpankan beberapa potong taart untuk saya makan saat berbuka nanti. Oh ya, selama kami di Italia, saya jadi memperhatikan kalau orang Italia ini doyan sekali dengan kue-kue yang super manis. Dan dimakannya dalam segala waktu. Bahkan sarapan saja selalu disuguhi kue manis. Saya yang tidak terlalu suka manis, hanya bisa memandangi kue-kue tersebut, walaupun sesekali mencicipi dalam potongan yang sangat kecil.

Naik kapal ini untuk berkeliling ke sebagian Lake Como - Italia
Naik kapal ini untuk berkeliling ke sebagian Lake Como – Italia
Penginapan kami adalah rumah paling atas. Kebayang kan naiknya ke atas agak perjuangan.
Penginapan kami adalah rumah paling atas. Kebayang kan naiknya ke atas agak perjuangan.

COMO

Como adalah kota terbesar yang ada di Lake Como. Setelah membeli tiket terusan naik kapal dari Lavenna, petualangan menjelajah Lake Como pun dimulai. Tujuan pertama kami adalah ke Villa Balbianello. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, tempat ini terkenal karena menjadi tempat pengambilan gambar beberapa film seperti Star Wars: Episode II – Attack of the Clones dan James Bond movie Casino Royale. Untuk masuk ke tempat ini, harus membeli tiket dulu.

Como - Lake Como - Italy
Como – Lake Como – Italy
Como - Lake Como - Italy
Como – Lake Como – Italy
Como - Lake Como - Italy
Como – Lake Como – Italy
Villa Balbianello - Lake Como - Italy
Villa Balbianello – Lake Como – Italy
Villa Balbianello - Lake Como - Italy
Villa Balbianello – Lake Como – Italy

Villa ini benar-benar cantik dan saat kami ke sana, meskipun sudah masuk musim panas, tidak terlalu banyak turis. Setelah puas berkeliling dan sebelum naik kapal ke kota berikutnya, kami duduk sebentar di dermaga. Menikmati angin semilir dan juga saya istirahat sejenak. Saat itu saya sedang puasa Ramadan, jadi agak lelah setelah jalan menanjak ke Villa Balbianello.

Villa Balbianello - Lake Como - Italy (Saat badan 15kg yang lalu :D)
Villa Balbianello – Lake Como – Italy (Saat badan 15kg yang lalu :D)
Villa Balbianello - Lake Como - Italy
Villa Balbianello – Lake Como – Italy
Villa Balbianello - Lake Como - Italy
Villa Balbianello – Lake Como – Italy
Villa Balbianello - Lake Como - Italy
Villa Balbianello – Lake Como – Italy

VARENNA

Kota ke dua adalah Varenna yang letaknya tidak jauh dari Bellagio. Kota kecil dengan bangunan khas yang berwarna warni ini dikenal sebagai kotanya para nelayan. Ada banyak tempat di Varenna untuk bisa disinggahi seperti taman besar yang terletak diantara Villa Monastero dan Villa Cipressi. Kami tidak berkunjung masuk ke dalam taman ini karena lebih tertarik untuk menaiki bukit menuju ke Castello di Vezio untuk melihat Lake Como dari ketinggian dan dari sudut yang berbeda. Puasa Ramadan dan patakilan naik bukit bukanlah kombinasi yang pas karena saya merasakan haus yang luar biasa sampai rasanya dehidrasi. Tapi saya tahan-tahan, sayang kalau sampai batal. Untunglah saya masih kuat untuk meneruskan puasa.

Varenna - Lake Como - Italy
Varenna – Lake Como – Italy
Varenna - Lake Como - Italy
Varenna – Lake Como – Italy
Varenna - Lake Como - Italy
Varenna – Lake Como – Italy

Pemandangan dari atas Castello di Vezio luar biasa bagusnya. Decak kagum tidak berhenti. Entah kenapa saya jadi teringat Danau Toba karena melihat betapa luasnya Lake Como ini. Dari Milan, ada kereta yang langsung menuju Varenna

Dari atas Castello di Vezio - Varenna - Lake Como - Italy
Dari atas Castello di Vezio – Varenna – Lake Como – Italy
Dari atas Castello di Vezio - Varenna - Lake Como - Italy
Dari atas Castello di Vezio – Varenna – Lake Como – Italy
Varenna - Lake Como - Italy
Varenna – Lake Como – Italy
Varenna - Lake Como - Italy
Varenna – Lake Como – Italy

BELLAGIO

Sebenarnya setelah dari Varenna ada satu kota lagi yang kami singgahi sebelum menuju ke Bellagio, tapi saya lupa nama kotanya apa. Karena hanya sebentar, saya juga tidak sempat mengambil gambar. Nah, Bellagio adalah kota terakhir yang kami datangi itupun tidak terlalu lama karena hari sudah sore. Jadi kami jalan-jalan di sekitar Bellagio lalu kembali ke penginapan dengan naik bis.

Bellagio - Lake Como - Italy
Bellagio – Lake Como – Italy
Bellagio - Lake Como - Italy
Bellagio – Lake Como – Italy

Sesampainya di penginapan, sudah menjelang waktu berbuka puasa. Saya memesan pasta seperti foto di bawah ini. Pasta rumahan menggunakan resep warisan keluarga, begitu pemilik penginapan memberikan infonya. Malam terakhir di Lake Como kami habiskan dengan berbincang santai sambil menikmati makanan lezat sambil memandang Lake Como di depan mata dari ruang makan penginapan. Hari yang indah merayakan pertambahan umur suami. Esok hari, kami meneruskan perjalanan ke kota selanjutnya, Turin.

Jadi pengen liburan di Italia lagi kalau lihat foto makanan ini. Makan malam terakhir di penginapan. Buka puasa kala itu
Jadi pengen liburan di Italia lagi kalau lihat foto makanan ini. Makan malam terakhir di penginapan. Buka puasa kala itu

-Nootdorp, 26 November 2018-

Perpanjangan (Pembaharuan) Paspor RI di KBRI Den Haag – Belanda

Persyaratan yang ditempel di KBRI

Rencana perpanjangan Paspor saya sudah menjadi rencana sejak Oktober 2017 karena akan berakhir Maret 2018. Saya pikir waktu itu lebih baik saya memperpanjang jauh hari mumpung masih punya waktu santai banyak. Eh nyatanya, seperti biasa, rencana cuma jadi wacana karena rasa malas yang luar biasa. Kalau tidak karena akan liburan ke Portugal, mungkin sampai saat ini saya masih malas memperpanjang paspor. Untunglah, karena kepepet, jadi juga paspor baru saya. Paspor mulai bisa diperpanjang atau diperbaharui minimal 6 bulan sebelum berakhir masa berlakunya

Memperpanjang paspor di KBRI Den Haag syaratnya sangat mudah, tidak perlu janjian online atau via telefon terlebih dahulu (jadi langsung datang), dan jadinya pun terhitung cepat. Saya akan tuliskan tentang perpanjangan paspor di KBRI Den Haag sesuai pengalaman. Detail syarat-syaratnya bisa juga ditengok di website KBRI di Den Haag bagian imigrasi

Persyaratan Permohonan Perpanjangan / Pembaharuan Paspor RI

  • Membawa Paspor lama (Jika paspor hilang, harus disertai surat keterangan kehilangan dari Polisi setempat)

       Jika paspor lama ini ingin diminta kembali, jangan lupa untuk bilang ke petugasnya supaya nanti saat pengambilan paspor baru, paspor lama ini dilampirkan dan diserahkan kembali kepada kita (setelah digunting sedikit).

  • Mengisi formulir permohonan dibawah ini dengan jelas dan lengkap. Akses terhadap formulir juga disediakan di ruang tunggu pelayanan paspor.

Formulirnya diisi secara online di sini, kemudian dicetak. Saat mengisi formulir ada bagian yang membuat saya bingung yaitu alamat di Indonesia. Alamat KTP dan alamat rumah yang saya tempati (rumah orangtua) berbeda. Tetapi setelah bertanya kepada teman yang sudah mengurus sebelumnya dan memastikan kepada petugas saat di KBRI, yang dituliskan adalah alamat sesuai KTP.

  • Membawa foto copy verblijfsdocument / ijin tinggal di Belanda yang masih berlaku.
  • Membawa foto copy kutipan akte kelahiran / uittreksel uit de geborteakte

Karena saya punya kutipan akte lahir (bukan akte lahir) dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), jadi yang saya serahkan adalah foto copy yang kutipan akta lahir. Kalau ada yang punya kutipan akta lahir yang sudah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dalam bahasa Belanda, ini juga bisa dipakai

  • Membawa foto copy kutipan akte perkawinan / buku nikah / trouwboek.

Yang saya serahkan adalah foto copy buku nikah (karena buku nikahnya sudah ada bahasa Inggrisnya). Jika ingin menyerahkan foto copy buku nikah yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh penerjemah tersumpah, juga bisa.

  • Membawa pas foto terbaru 1 (satu) lembar ukuran fotopaspor

Ini untuk ditempel di formulir. Nanti di KBRI akan difoto lagi.

  • Membayar biaya keimigrasian untuk paspor baru sebesar € 30,- (tiga puluh Euro). Pembayaran dilakukan dengan PIN

Setelah membayar dengan menggunakan PIN, kita akan diberi bukti pembayaran berupa kuitansi. Bukti pembayaran ini wajib dibawa saat mengambil paspor setelah jadi.

Jam untuk pengajuan Paspor adalah 09:00 – 12:00 (Jadwalnya bisa dilihat di sini)

Persyaratan yang ditempel di KBRI
Persyaratan yang ditempel di KBRI

Saat Berada di KBRI Den Haag

Ada seorang teman yang memberitahu bahwa sebaiknya datang sebelum jam buka karena antrian akan panjang kalau setelah jam buka. Sewaktu dia memperpanjang paspor (sekitar bulan September), bahkan antrian sampai di luar pagar KBRI. Nah pengalaman saat saya membuat paspor pada bulan Februari tahun ini, antrian juga banyak meskipun tidak sampai ke luar dari ruangan. Saya sampai di KBRI sekitar jam setengah sepuluh, saat mengambil nomer antrian, kalau tidak salah ingat sudah antrian ke lima. Dan proses per orangnya cukup lama sekitar setengah jam. Jadi antrian panjang atau tidak kalau dari opini saya tidak tertebak. Selain mungkin juga pengaruh musim, juga pengaruh untung-untungan.

 

Saat sudah di KBRI, ada petugas yang akan mengecek kelengkapan dokumen yang kita bawa. Jadi saat masuk ke ruangan untuk pemrosesan, dokumen sudah dalam keadaan benar-benar lengkap. Jadi diceknya itu beberapa saat setelah kita datang, bukan persis sebelum kita masuk ruangan. Kalau ternyata dokumennya belum lengkap, kita disuruh pulang untuk melengkapi. Jadi tidak perlu lama-lama menunggu sampai masuk ruangan utama sampai tahu dokumennya sudah benar atau tidak.

SETELAH PASPOR JADI

Paspor jadi dalam waktu 5 hari kerja (tercantum di bukti pembayaran kapan tanggal jadi paspor). Untuk mengambil paspor yang sudah jadi, tidak perlu membuat janji. Sama saat proses memperpanjang paspor, langsung datang saja. Di website KBRI, tertera jam pengambilan paspor yang sudah jadi itu pada jam 15:00 – 16:00. Tapi kata petugasnya, pada prakteknya paspor bisa diambil dipagi hari juga. Saya waktu itu mengambil pagi hari, jam 9 pagi dan bisa.

Nah saya saat itu bertanya, bagaimana jika ada pemohon yang rumahnya jauh misalkan di Friesland atau Maastricht, apakah KBRI punya layanan pengiriman. Sebenarnya KBRI tidak punya pelayanan pengiriman, tapi bisa diusahakan dengan biaya yang tidak murah tentu saja (bukan standar pengiriman pos biasa karena ditambah uang jasa juga). Jadi bagi yang rumahnya jauh, bisa ditanyakan tentang jasa pengiriman ini.

Semoga informasi yang saya tuliskan di sini bisa berguna bagi siapapun yang membutuhkan.

-Nootdorp, 23 November 2018-

Cerita si Tukang Nitip!

Sedikit buku dari banyak buku hasil nitip sewaktu Ibu ke Belanda

Saya!! ya ini mau menceritakan diri sendiri sih. Saya memang tukang nitip sejak dulu kala. Seringnya nitip makanan sewaktu masih di Indonesia. Saya kan sudah tinggal pisah dari orangtua sejak umur 15 tahun, ngekos. Nah 2 tahun pertama jaman SMA, ngekosnya sudah termasuk 3 kali makan, jarang sekali njajan. Maklum ya, kan masih bergantung dari kiriman orangtua jadinya harus hemat. Dan beruntungnya lagi, pas SMA sering dapat traktiran ulang tahun dari penghuni SMA yang sebagian besar tajir (yang tajir ya, saya bagian yang ditraktir, tapi ga pernah nraktir haha).  Tapi, kalau ada uang lebih akhir bulan, biasanya saya juga suka jajan. Sekedar makan bakso Pak Kus depan Kristus Raja yang mahal untuk ukuran anak kos saat itu (haduh jadi kangen makan basko Pak Kus, apa kabar ya. Pentolnya krenyes-krenyes enak). Nah, kalau teman-teman kos mau njajan di sana, saya biasanya nitip, males keluar kos. Atau kalau misalkan teman-teman kos mau beli rujak cingur, saya juga nitip. Intinya saya terkenal sebagai tukang nitip beli makanan.

Sewaktu kuliah, makan sudah pasti di luar karena saya tinggal di rumah kos yang hanya rumah saja tanpa pemilik kos. Meskipun disediakan dapur (satu rumah ada 5 penghuni kos), saya jarang masak kecuali akhir pekan kalau sedang tidak ada jadwal kegiatan di kampus. Intinya sering beli. Nah ini juga saya sering nitip beli makanan ke penghuni kos yang lain. Sampai ketika bekerja pertama kali, di kantor yang ada di Rungkut Industri, makan siang sudah disediakan di kantin. Masih ingat betul saya makan siang di kantor ini super mewah menunya setiap hari. Dalam seminggu pasti disediakan 3 hari camilan, dua kali sehari yang juga mewah. Intinya kerja di perusahaan ini membuat badan saya dari mahasiswa yang ngirit makan menjadi badan karyawan yang ginuk-ginuk kebanyakan makan hahaha. Selama kerja di perusahaan ini, saya jarang beli makanan di luar karena kalau lembur, makan malam juga disediakan. Jadi, untuk sementara status sebagai tukang nitip makanan jeda dulu.

Pindah kerja ke Jakarta, kantor juga menyediakan makan siang. Walaupun begitu, karena saya seringnya tidak cocok dengan menunya, jadi sering beli makanan di luar. Apalagi kalau pagi hari, jam 8 rekan-rekan sudah datang dan membicarakan rencana makan siang di mana, jadi saya sudah terbayang nanti mau nitip makanan apa (siapa yang kerja kantoran dan seperti ini juga, baru jam 8 pagi sudah merencanakan makan siang apa? :))). Dan di kantor ini, saya kembali terkenal sebagai tukang titip makanan. Sampai beberapa kali saya dengan tidak sungkannya nitip beli makanan ke atasan langsung haha.

Kalau membaca narasi di atas, rasanya saya jadi orang yang menyebalkan ya selalu nitip beli makanan. Tenang, sebelum berpikir begitu, saya kasih tahu sesuatu : Saya tidak akan nitip kalau tidak ditawari. Jadi biasanya mereka yang akan menawari saya mau nitip apa tidak, kalau mau nitip belinya makanan apa. Dan saya selalu memberi uang dimuka, tidak pinjam uang dulu. Duh menuliskan cerita tentang nitip makanan, saya jadi kangen dengan ketoprak langganan makan siang di sebelah kantor dan soto mie yang ada di Masjid kawasan Industru Pulo Gadung. Setelah saya pikir-pikir, selama 8 tahun kerja di Indonesia di dua perusahaan kok semuanya di kawasan Industri ya meskipun beda kota.

Sewaktu di kantor yang terakhir ini, kerja saya seringnya keluar kota. Jadi dalam satu bulan, dalam tiga minggu saya tugas ke luar kota di seluruh Indonesia. Untuk kota-kota tertentu yang memang terkenal dengan jajanan khasnya misalkan kalau ke Medan ada Bolu Meranti atau di Makassar ada otak-otak Bu Eli, orang kantor yang satu ruangan sering nitip beli oleh-oleh. Mereka kasih uang dulu, belinya apa saja, nanti saya yang bawakan ke kantor. Karma sering nitip makanan pas makan siang jadinya kalau ke luar kota sering dititipin beli oleh-oleh. Saya sih tidak keberatan ya waktu itu karena mereka selalu kasih saya uang dimuka dan ketika di tempat tujuan juga saya tidak susah belinya karena sudah tahu tempatnya. Membawanya juga tidak susah karena semua akomodasi dibayari kantor. Simbiosis mutualisme jadinya.

Tapi ada satu hal yang jadi pegangan saya selama ini : Saya tidak mau nitip atau minta oleh-oleh kepada mereka yang sedang liburan. Kalau dibelikan, saya terima. Kalau ditawari, saya pikir-pikir dulu. Intinya lebih baik mengucapkan : Selamat liburan dan semoga lancar dan selamat diperjalanan sampai kembali lagi, daripada saya mengucapkan : eh nitip oleh-oleh donk atau eh nitip belikan ini donk. Mereka kan mau liburan ya, jangan lah saya merepotkan jadwal liburan mereka dengan minta nitip oleh-oleh atau nitip sesuatu yang malah merepotkan liburan mereka. Karena, saya pun tidak mau dititipi yang aneh-aneh ataupun yang tidak aneh-aneh saat saya pergi liburan. Saya kalau liburan memang jarang woro-woro (termasuk di media sosial), selesai liburan baru saya pamer-pamer cerita dan foto. Bukan karena apa, saya lebih senang menikmati liburan dengan cara saya, konsentrasi penuh dengan tujuan liburan.

Sejak pindah ke Belanda, jenis titipan saya berubah, bukan lagi tentang makanan. Mau nyombong sedikit, di kampung tempat saya tinggal sekarang, makanan Indonesia gampang sekali dapatnya apalagi bahan-bahan makanan yang rasanya mustahil didapat semacam daun kelor, keluwek, kedondong, belimbing wuluh, gampang dapatnya. Makanya saya jarang sekali titip makanan kalau ada yang menawari. Titipan saya selama di Belanda seringnya jenisnya cuma satu : buku bacaan dalam bahasa Indonesia. Kecuali sewaktu adik dan Ibu saya ke sini tahun kemarin, saya nitip makanan yang benar-benar spesifik seperti bandeng asap Sidoarjo, Kerupuk Gadung, ikan asin, terasi puger dan makanan yang spesifik lainnya. Ya karena mereka keluarga saya jadinya saya tidak sungkan-sungkan untuk nitip, mumpung kan ya haha. Tombo kangen hampir 4 tahun belum pulang sama sekali ke Indonesia. Tapi titipan buku juga tidak lupa.

Sedikit buku dari banyak buku hasil nitip sewaktu Ibu ke Belanda
Sedikit buku dari banyak buku hasil nitip sewaktu Ibu ke Belanda

Biasanya nih, kalau ada yang akan ke Belanda atau mereka yang akan liburan ke Indonesia, entah itu kenalan atau teman, mereka akan nanya saya mau nitip apa. Saya lihat dulu, seberapa dekat saya dengan mereka. Kalau tidak dekat sekali, ya saya tidak nitip. Kalau sudah kenal lama, saya nanya boleh tidak kalau saya titip buku dan maksimal berapa banyak bisanya atau berapa kilogram. Nanti kalau sudah ok, saya akan membeli buku secara online lalu mengirimkan ke alamat mereka. Jadi mereka tidak susah payah untuk mencari di toko buku. Saya sebagai pihak penitip juga cukup tahu dirilah, sudah bagus mereka menawari, jangan lah sampai direpotkan beli juga.

Dengan suami saya juga sering nitip. Dari nitip beli cabe di toko oriental sampai beli pembalut di toko serba ada. Suami kan kerjanya di daerah kota, strategis tempatnya ke segala toko dekat. Sebelum pulang kerja biasanya dia nanya saya, ada yang mau titip dibeli tidak. Kalau tidak ada ya dia langsung pulang ke rumah. Kalau ada, ya dia mampir dulu. Rumah kami sebenarnya dekat juga ke pusat perbelanjaan. Tapi kalau cuaca sedang hujan atau dingin minta ampun atau bersalju, saya malas ke luar rumah kalau tidak ada janji. Menyempatkan diri kadang-kadang hanya untuk sekedar jalan sore. Makanya, kalau suami menawari dititipi, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Itulah sekilas cerita tentang diri sendiri sebagai tukang titip. Jadi tau kan kalau ada yang menawari saya mau nitip apa, nanti saya akan nitip buku (haha ini ke PD an sekali ada yang akan menawari dititipi). Kalau kalian, suka nitip juga tidak, biasanya nitip apa? atau malah kesal kalau dititipi?

-Nootdorp, 19 November 2018-

Isi Kulkas

Sup Labu Kuning

Tiba-tiba terpikir untuk membuat tulisan tentang isi kulkas. Kali ini yang akan saya bahas spesifik tentang kulkas, bukan Freezer, karena letak Freezer kami terpisah dari kulkas. Bentuknya pun tidak besar, kulkas satu pintu, 4 tingkat ditambah satu kotak khusus buah (paling bawah). Bukan bercerita secara detail sambil mencantumkan foto isi kulkas ya, cuma mendeskripsikan tentang apa saja penghuni tetap yang ada dalam kulkas di rumah kami. Belanja yang kami lakukan seminggu sekali. Walaupun letak rumah kami tidak jauh dari supermarket, toko (memang menyebutnya toko, yang dijual kebanyakan bahan-bahan makanan dan makanan dari Indonesia), dan penjual daging halal, belanja besar yang kami lakukan seminggu satu kali. Biasanya jumat sore kalau suami pulang kerja. Sebagai gambaran, kami cukup berjalan kaki selama 10 menit untuk menuju pusat perbelanjaan tersebut yang di sini disebutnya winkel centrum.

Sejak dulu, saya sudah terbiasa mencatat dulu apa saja yang perlu dibeli sebelum pergi berbelanja. Jadi setiap jumat pagi, saya selalu membersihkan kulkas sambil ngecek bahan apa saja yang masih tersedia dan masih layak simpan dan bahan apa saja yang sudah harus dibuang. Biasanya tidak banyak bahan yang terbuang karena kami kalau belanja menyesuaikan dengan banyaknya konsumsi tiap minggu. Jadi kegiatan membersihkan kulkas saya lakukan seminggu sekali. Keuntungannya mencatat dulu sebelum berbelanja selain lebih hemat waktu, juga sambil mempersiapkan menu apa yang akan dimasak selama seminggu ke depan dan mau makan apa saja selama seminggu itu.

Selain berbelanja ke Supermarket lokal, setiap dua minggu sekali saya juga berbelanja ke toko Asia dan terkadang kalau cuaca bagus saya juga sempatkan ke pasar tradisional yang ada di Den Haag.  Ada bahan makanan wajib yang harus ada di kulkas yaitu tahu, tempe, dan Choy Sam. Kami serumah jarang mengkonsumsi daging dan ayam. Lebih sering makan tahu, tempe, dan ikan. Kalau ada rencana untuk memasak makanan menggunakan ayam atau daging, biasanya sehari sebelumnya saya beli di penjual daging halal yang dekat rumah. Untuk daging dan ayam, jarang sekali saya nyetok di freezer. Lebih banyak nyetok cabe haha.

Nah di bawah ini saya kategorikan menjadi 3 apa saja yang selalu ada di kulkas. Yang saya tuliskan ini yang pasti kami beli setiap minggunya. Seringnya ada tambahan-tambahan, tergantung menu yang akan saya masak minggu depannya.

Sayuran :

  • Timun
  • Tomat
  • Wortel
  • Terong
  • Brokoli
  • Rucola
  • Alpukat
  • Choy Sam (semacam Phok Choy)
  • Bayam merah
  • Beet (saya sedang mengkonsumsi beet tiap hari)

Buah :

Kalau buah biasanya menyesuaikan dengan musim (misalnya sekarang sedang musim kesemek). Ada juga buah yang setiap hari pasti ada tapi tidak disimpan di kulkas yaitu pisang. Setiap pagi kami pasti makan pisang ditambah satu atau dua jenis buah lainnya. Setiap pagi kami memang makannya buah saja.

  • Apel
  • Pepaya
  • Kesemek (di sini nyebutnya Khaki)
  • Mangga
  • Anggur
  • Strawberry
  • Jeruk

Lain – lain yang pasti ada di kulkas :

  • Tahu
  • Tempe

Tahu dan Tempe wajib ada di kulkas karena semuanya suka makan tahu tempe. Dibanding daging dan ayam yang saya beli kalau butuh saja, maka tahu dan tempe wajib ada di kulkas.

  • Margarin
  • Susu Soya (buat saya). Di rumah sementara ini tidak ada yang konsumsi susu sapi.
  • Keju (ada 4 macam jenis keju. Keju untuk camilan, keju dimakan dengan roti, keju dimakan bersama salad, dan keju untuk masak pasta)
  • Telur rebus
  • Yoghurt 2 jenis yang 0% lemak dan 5% lemak
  • Ikan (macam salmon asap)
  • Nasi (Ya, saya masak nasi cuma dua kali dalam seminggu. Kalau nasi sudah matang dan dingin, saya taruh wadah lalu simpan di kulkas. Kalau mau makan, tinggal panasin di microwave. Ini ajaran suami dan ternyata memang efektif juga)
  • Makanan yang saya masak pasti ada lebihnya, maka saya simpan di kulkas. Jadi saya tidak setiap hari masak. Kalau sudah habis, baru masak yang baru.
  • Sawi asin (beli di toko Oriental. Saya suka sekali makan sawi asin dengan sambal petis ikan)
  • Pannenkoeken atau pancake. Saya malas membuat dari adonan dasar, lebih sering beli jadi.
  • Augurk (acarnya orang Belanda. Terbuat dari timun kecil. Saya sedang suka ngemil ini, makanya harus ada di kulkas)

Ada bahan makanan lainnya yang pasti ada tapi tidak tersimpan di kulkas adalah : Roti. Kalau ada yang bertanya kok saya tidak menyimpan cabe (sebagai orang Indonesia rasanya kan ga afdol ya kalau tidak menyimpan cabe haha). Tenang, cabe selalu ada tapi saya taruh di Freezer. Saya jarang membuat sambal banyak trus stok di kulkas. Seringnya saya membuat sambal dadakan. Makanya di kulkas tidak ada stok sambal.

Saya tidak menerapkan prep meal ya karena saya masak tidak tiap hari. Suami kalau makan siang sejak beberapa bulan ini di kantin kantor, Jadi kalau masakan saya habis persediaannya di kulkas, saya baru masak yang baru. Hanya sabtu dan minggu saya masak untuk semua (termasuk suami). Itupun kalau tidak ada undangan ke luar atau tidak ada rencana makan di luar. Masakan akhir pekan biasanya yang mudah – mudah saja seperti sup, lodeh, soto, atau rawon. Akhir pekan minggu lalu saya memasak sup labu kuning. Semua pasti makannya super lahap kalau saya buat sup ini

Sup Labu Kuning
Sup Labu Kuning

Nah begitulah gambaran tentang isi kulkas di rumah kami. Kalau kalian, bahan apa saja yang pasti selalu ada di kulkas dan kalau belanja bahan makanan, berapa waktu sekali dan lebih sering belanja di mana?

-Nootdorp, 14 November 2018-