Isi Kulkas

Sup Labu Kuning

Tiba-tiba terpikir untuk membuat tulisan tentang isi kulkas. Kali ini yang akan saya bahas spesifik tentang kulkas, bukan Freezer, karena letak Freezer kami terpisah dari kulkas. Bentuknya pun tidak besar, kulkas satu pintu, 4 tingkat ditambah satu kotak khusus buah (paling bawah). Bukan bercerita secara detail sambil mencantumkan foto isi kulkas ya, cuma mendeskripsikan tentang apa saja penghuni tetap yang ada dalam kulkas di rumah kami. Belanja yang kami lakukan seminggu sekali. Walaupun letak rumah kami tidak jauh dari supermarket, toko (memang menyebutnya toko, yang dijual kebanyakan bahan-bahan makanan dan makanan dari Indonesia), dan penjual daging halal, belanja besar yang kami lakukan seminggu satu kali. Biasanya jumat sore kalau suami pulang kerja. Sebagai gambaran, kami cukup berjalan kaki selama 10 menit untuk menuju pusat perbelanjaan tersebut yang di sini disebutnya winkel centrum.

Sejak dulu, saya sudah terbiasa mencatat dulu apa saja yang perlu dibeli sebelum pergi berbelanja. Jadi setiap jumat pagi, saya selalu membersihkan kulkas sambil ngecek bahan apa saja yang masih tersedia dan masih layak simpan dan bahan apa saja yang sudah harus dibuang. Biasanya tidak banyak bahan yang terbuang karena kami kalau belanja menyesuaikan dengan banyaknya konsumsi tiap minggu. Jadi kegiatan membersihkan kulkas saya lakukan seminggu sekali. Keuntungannya mencatat dulu sebelum berbelanja selain lebih hemat waktu, juga sambil mempersiapkan menu apa yang akan dimasak selama seminggu ke depan dan mau makan apa saja selama seminggu itu.

Selain berbelanja ke Supermarket lokal, setiap dua minggu sekali saya juga berbelanja ke toko Asia dan terkadang kalau cuaca bagus saya juga sempatkan ke pasar tradisional yang ada di Den Haag.  Ada bahan makanan wajib yang harus ada di kulkas yaitu tahu, tempe, dan Choy Sam. Kami serumah jarang mengkonsumsi daging dan ayam. Lebih sering makan tahu, tempe, dan ikan. Kalau ada rencana untuk memasak makanan menggunakan ayam atau daging, biasanya sehari sebelumnya saya beli di penjual daging halal yang dekat rumah. Untuk daging dan ayam, jarang sekali saya nyetok di freezer. Lebih banyak nyetok cabe haha.

Nah di bawah ini saya kategorikan menjadi 3 apa saja yang selalu ada di kulkas. Yang saya tuliskan ini yang pasti kami beli setiap minggunya. Seringnya ada tambahan-tambahan, tergantung menu yang akan saya masak minggu depannya.

Sayuran :

  • Timun
  • Tomat
  • Wortel
  • Terong
  • Brokoli
  • Rucola
  • Alpukat
  • Choy Sam (semacam Phok Choy)
  • Bayam merah
  • Beet (saya sedang mengkonsumsi beet tiap hari)

Buah :

Kalau buah biasanya menyesuaikan dengan musim (misalnya sekarang sedang musim kesemek). Ada juga buah yang setiap hari pasti ada tapi tidak disimpan di kulkas yaitu pisang. Setiap pagi kami pasti makan pisang ditambah satu atau dua jenis buah lainnya. Setiap pagi kami memang makannya buah saja.

  • Apel
  • Pepaya
  • Kesemek (di sini nyebutnya Khaki)
  • Mangga
  • Anggur
  • Strawberry
  • Jeruk

Lain – lain yang pasti ada di kulkas :

  • Tahu
  • Tempe

Tahu dan Tempe wajib ada di kulkas karena semuanya suka makan tahu tempe. Dibanding daging dan ayam yang saya beli kalau butuh saja, maka tahu dan tempe wajib ada di kulkas.

  • Margarin
  • Susu Soya (buat saya). Di rumah sementara ini tidak ada yang konsumsi susu sapi.
  • Keju (ada 4 macam jenis keju. Keju untuk camilan, keju dimakan dengan roti, keju dimakan bersama salad, dan keju untuk masak pasta)
  • Telur rebus
  • Yoghurt 2 jenis yang 0% lemak dan 5% lemak
  • Ikan (macam salmon asap)
  • Nasi (Ya, saya masak nasi cuma dua kali dalam seminggu. Kalau nasi sudah matang dan dingin, saya taruh wadah lalu simpan di kulkas. Kalau mau makan, tinggal panasin di microwave. Ini ajaran suami dan ternyata memang efektif juga)
  • Makanan yang saya masak pasti ada lebihnya, maka saya simpan di kulkas. Jadi saya tidak setiap hari masak. Kalau sudah habis, baru masak yang baru.
  • Sawi asin (beli di toko Oriental. Saya suka sekali makan sawi asin dengan sambal petis ikan)
  • Pannenkoeken atau pancake. Saya malas membuat dari adonan dasar, lebih sering beli jadi.
  • Augurk (acarnya orang Belanda. Terbuat dari timun kecil. Saya sedang suka ngemil ini, makanya harus ada di kulkas)

Ada bahan makanan lainnya yang pasti ada tapi tidak tersimpan di kulkas adalah : Roti. Kalau ada yang bertanya kok saya tidak menyimpan cabe (sebagai orang Indonesia rasanya kan ga afdol ya kalau tidak menyimpan cabe haha). Tenang, cabe selalu ada tapi saya taruh di Freezer. Saya jarang membuat sambal banyak trus stok di kulkas. Seringnya saya membuat sambal dadakan. Makanya di kulkas tidak ada stok sambal.

Saya tidak menerapkan prep meal ya karena saya masak tidak tiap hari. Suami kalau makan siang sejak beberapa bulan ini di kantin kantor, Jadi kalau masakan saya habis persediaannya di kulkas, saya baru masak yang baru. Hanya sabtu dan minggu saya masak untuk semua (termasuk suami). Itupun kalau tidak ada undangan ke luar atau tidak ada rencana makan di luar. Masakan akhir pekan biasanya yang mudah – mudah saja seperti sup, lodeh, soto, atau rawon. Akhir pekan minggu lalu saya memasak sup labu kuning. Semua pasti makannya super lahap kalau saya buat sup ini

Sup Labu Kuning
Sup Labu Kuning

Nah begitulah gambaran tentang isi kulkas di rumah kami. Kalau kalian, bahan apa saja yang pasti selalu ada di kulkas dan kalau belanja bahan makanan, berapa waktu sekali dan lebih sering belanja di mana?

-Nootdorp, 14 November 2018-

Akhirnya, Kencan Berdua!

Jam 11 malam makan Gelato dan Granita rasa Semangka

“Nanti malam kencan yuk, berdua aja”

—– hening, saya yang sedang khusyuk membaca twitter dari Hp, menatap dia, kirain mengigau. Maklum, jam 7 pagi dan di luar masih gelap. Sabtu pagi biasanya kami beranjak dari kasur agak siang, sekitar jam 8. Leyeh-leyeh dulu.

“Gimana?” memastikan kalau dia tidak mengigau

“Iya, kencan nonton bioskop nanti malam. Jam 8 malam gitu berangkat dari rumah. Kan ceritanya malam mingguan. Sudah lama kita tidak kencan berdua kan?”

Saya langsung memiringkan badan menatap dia, tersipu-sipu seperti anak gadis diajak kencan pacarnya. Duh saya beneran senang sekali pagi itu. Sampai senyum simpul saya tidak lepas dan tetap tersipu-sipu. Sampai saya merasakan ada sensasi kupu-kupu di dalam perut. Rasa senangnya sampai membuat bingung harus menjawab apa.

“Nanti kita nonton film yang jam 9. Tram terakhir masih ada sampai jam 12, jadi ga usah khawatir kita bisa pulang naik tram. Gimana? Nanti aku bilang Lisa untuk datang jaga di rumah. Kamu kok dari tadi senyum-senyum terus” —Lisa ini anak tetangga sebelah rumah persis.

“Duh aku ini grogi lho sampai bingung mau jawab apa. Senang rasanya seperti awal kita ketemu, trus kamu mengajak aku nonton film di Galaxy Mall. Film yang entah apa aku ga ingat ceritanya, tapi sampai sekarang aku ingat betapa aku senang sekali dan sepanjang film tidak berhenti tersenyum. Perutku sekarang ini lho seperti ada yang menggelitik, rasanya banyak kupu-kupu terbang di sana”

—– Dia tersenyum mengerti.

Dia tahu sekali bahwa kami memang setahun belakang ini tidak pernah pergi hanya berdua. Memang kondisi yang belum memungkinkan. Bahkan saya ingat sekali, terakhir kami nonton bioskop berdua itu saat adik saya ke Belanda tahun kemarin. Jadi hitungannya juga bukan hanya berdua tapi bertiga haha. Film yang kami tonton terakhir di bioskop di Rotterdam waktu itu adalah Dunkirk, itupun 1.5 tahun lalu. Nah karena sekarang kondisinya sudah mulai stabil dan memungkinkan, jadi kami coba-coba juga sih ini sebenarnya.

Sepanjang hari, saya senyum-senyum terus membayangkan nanti malam mau pakai baju apa ya, mau dandan ah. Rasanya benar-benar panas dingin gitu lho seperti diajak kencan pas jaman usia 20 an haha. Suami menghubungi anak tetangga apakah nanti malam bisa jaga di rumah kami. Bayar sih ini, bukan gratisan. Hitungannya perjam. Kalau di Belanda namanya Oppassen, Lisa namanya Oppas. Karena sudah kenal dekat sekali dengan Lisa dan keluarganya, jadi kami nyaman menitipkan ke dia. Lisa belum bisa memberikan jawaban karena masih kerja. Baru sore hari, dia memberikan jawaban bisa. Yiaay! langsung suami beli tiket lewat Hp, yang ternyata nyaris seluruh kursinya sudah penuh. Kami dapat kursi nomer 5 dari depan. Tidak apalah daripada depan sendiri.

Setelah makan malam, kami nonton TV. Tidak berapa lama saya bilang mau ke atas dulu, mau siap-siap. Dia menatap saya, buat apa katanya. Saya bilang, “Kita ini kan mau kencan berdua. Pertama kali setelah berapa lama lalu. Jadi aku mau dandan, biar kayak dulu waktu awal-awal kamu ke Surabaya itu lho, ngajak aku nonton. Kan kamu nungguin aku di kos, siap-siap dulu sebelum pergi.” —haha nulis gini saya kok jadi ketawa sendiri. Trus suami nanya, dia perlu “dandan” juga ga. “Ga usah, lha wong kamu sudah siap gitu.

Setelah menyelesaikan urusan dalam negeri, setengah delapan saya turun, nonton TV sama suami sambil menunggu Lisa datang. Jam delapan persis, Lisa datang. Kami lalu menjelaskan hal-hal yang perlu Lisa lakukan kalau misalkan ada apa-apa. Kami tanya, Lisa mau tidur di kamar yang kosong di atas atau di sofa depan TV, dia pilih yang kedua. Bahkan dia sudah bawa bantal dan selimut sendiri haha, mentang-mentang rumah sebelahan. Padahal saya sudah menyiapkan bantal dan selimut di sofa.

Kami lalu pamitan pergi. Sepanjang jalan dari rumah menuju halte tram yang hanya sekitar 8 menit, kami bergandengan tangan. Saya tetap senyum-senyum (ga jelas haha), jantung kok rasanya dag dig dug. “Kamu berbunga-bunga juga ga sih kita akhirnya bisa kencan berdua gini, malam-malam pula.” Suami ternyata juga senyum-senyum simpul, “Iya, ternyata sensasinya menyenangkan ya bikin gembira acara “melarikan diri” berdua selama beberapa jam ke depan.” Lalu kami tertawa terbahak.

Mungkin hal tersebut terjadi karena euforia kami terhadap bulan November. Ada banyak hal menyenangkan terjadi di bulan ini. Salah satunya adalah, kami pertama kami kenal, 60 bulan lalu pada bulan ini. Dan karena merasa tanggal tersebut istimewa, kami jadikan jumlah uang untuk mas kawin. Dan beberapa hari lalu, kami baru melewati 51 bulan pernikahan. Benar, kami selalu mengingat dan menghitung setiap tanggal kami menikah setiap bulannya. Selalu menyenangkan ketika tahu sudah berapa bulan kami berada dalam satu rumah tangga.

Di tram, kami duduk bersisian sambil membicarakan dan mengingat kejadian-kejadian sebelum kami menikah. Mengingat kembali bagaimana suami melamar saya langsung ke Ibu, mengingat betapa nekatnya kami yang beda benua ini memutuskan menikah dalam waktu singkat, mengingat bagaimana saya sempat tidak memberikan jawaban beberapa bulan setelah dia melamar saya, dan ingatan-ingatan lainnya. Kami terkekeh, terbahak dan tersenyum simpul mengingat banyak hal yang telah kami lewati selama ini. Dan juga membicarakan hal-hal yang akan terjadi di depan. Lalu saya meminta dia memfotokan saya, supaya terabadikan momen sedikit dandan haha padahal cuma pakai lipstik aja. Bedakanpun tidak. Akhirnya tram sudah sampai di halte dekat bioskop.

Bermodalkan polesan bibir aja, sudah nampak sumringah haha
Bermodalkan polesan bibir aja, sudah nampak sumringah haha

Kami datang lebih awal. Ternyata bioskopnya rame sekali dan antrian menuju studio yang kami tuju sudah mengular. Jadi mikir, ini orang-orang “melarikan diri” sejenak seperti kami jugakah haha. Begitu sudah waktunya masuk dan kami menemukan nomer tempat duduk, saya cepat-cepat mengeluarkan Hp, cekrek foto berdua haha. Benar-benar mengabadikan waktu berdua  secara maksimal lah ini pokoknya. Sebelum film mulai, suami kirim pesan ke Lisa apakah keadaan aman terkendali. Kata Lisa, aman.

Muka bahagia bisa berduaan di luar rumah 4.5 jam :)))
Muka bahagia bisa berduaan di luar rumah 4.5 jam :)))

Filmnya super keren. Tidak terasa 2.5 jam berlalu. Saking menikmati film ini, saya sampai merasa sepertinya tidak sampai 1 jam. Saat kembali ke rumah naik tram jam 12 malam, di dalam tram banyak sekali para remaja. Kami berasa seperti ABG yang baru pulang pacaran :))). Setelah turun dari tram, saat jalan kaki menuju rumah, saya bilang terima kasih ke suami sudah membuat acara kencan secara spontan ini benar-benar indah. Terima kasih sudah mengajak saya kencan berdua. “Kapan-kapan yuk diulangi lagi.” Haha dia ketagihan.

Sampai di rumah jam setengah satu dini hari, Lisa ternyata tidur nyenyak. Setelah kami memberikan uang, dia pulang dengan mata masih mengantuk, susah melek.

Sampai saat saya menuliskan cerita ini, masih saja saya tersenyum simpul mengingat pengalaman tadi malam. Bahagianya masih terasa.

Kalian, kapan terakhir kencan berdua dengan pasangan dan melakukan kegiatan apa?

BOHEMIAN RHAPSODY

Film yang kami tonton tadi malam judulnya Bohemian Rhapsody. Terus terang saya bukan penggemar Queen. Hanya tahu lagu-lagunya saja. Itupun saya tahunya karena teman kos jaman SMA selalu muter lagu Queen setiap hari. Sewaktu film ini sudah ada di bioskop, saya nanya suami yang penggemar berat Queen apakah ada rencana nonton. Dia bilang iya. Saya bilang, ya sudah nonton saja pas akhir pekan, saya di rumah. Dia mengajak, tapi saya males. Takut ga paham ceritanya. Nah, sampai ajakan kencan itu datang lalu saya mengiyakan. Demi sebuah kencan.

Ternyata dari awal film sampai akhir saya sangat menikmati ceritanya dan baru tahu banyak tentang Freddie Mercury, darimana nama itu, nama aslinya, latar belakang keluarganya dan sebagainya. Dan ternyata juga, saya tidak asing dan banyak tahu lagu-lagu sepanjang film.  Saking fokus dengan ceritanya, saya sampai memperhatikan detail lainnya seperti : drummernya ganteng menggemaskan haha, kaki Rami Malek jenjang dan cara jalannya keren saya suka, saya naksir semua sneakers yang dipakai Rami Malek haha apalagi yang akhir-akhir cerita, badan Rami Malek bagus ternyata sewaktu pakai kaos kutang di konser, dan masih banyak lainnya hal-hal yang saya perhatikan. Kurang kerjaan :))) Bagian yang luar biasa ya sewaktu konser terakhir. Duh beneran seperti melihat secara langsung konsernya. Apalagi lagu terakhir, saya sampai ga sadar nangis. Nyesek karena mikir banyak hal tentang vokalisnya. Berpikir ternyata dibalik kesuksesannya, dia mencari sesuatu yang kosong dalam hidupnya dan baru bertemu saat-saat terakhir sebelum meninggal, berpikir bahwa bagaimanapun cara orangtua membesarkan anak-anaknya, pada akhirnya mereka sendiri yang akan memutuskan hidupnya akan seperti apa, banyak hal lagi yang saya pikirkan sewaktu mendengarkan lagu terakhir itu, makanya jadi menangis (cuma beberapa tetes saja).

Film ini luar biasa. Saya suka dan terkesima. Awalnya tidak menaruh harapan tinggi (bahkan sempat khawatir saya akan jatuh tertidur saat menontonnya karena biasanya jam segitu saya sudah tidur), eh ternyata suka sekali. Keren!

Ada yang sudah nonton film ini? bagaimana kesannya?

-Nootdorp, 11 November 2018-

Road Trip 2018 – Portugal – Bagian I (Porto – Espinho – Sintra)

Sintra - Portugal

Setiap menjelang hari ulang tahun, suami selalu menanyakan kado apa yang saya inginkan. Ya, di Belanda mayoritas tidak mengenal surprise, budayanya memang begitu. Lebih baik bertanya langsung yang sedang dibutuhkan atau yang diinginkan apa, sehingga kado yang akan diberikan pasti terpakainya. Saya lebih senang seperti ini, jadi memang kadonya bermanfaat karena sesuai kebutuhan. Kejutan-kejutan tetap ada dari suami, tapi biasanya diluar hari-hari penting. Dan ini benar-benar kejutan yang tidak tertebak kapan waktunya. Suka-suka dia.

Jawaban saya selalu konsisten sejak kami menikah tentang kado ulangtahun, saya tidak ingin kado, tapi jalan-jalan saja. Kalaupun ternyata suami tetap mau memberikan kado, ya saya tidak menolak *loh (dan memang biasanya iya, dia tetap memberikan kado). Yang penting jalan-jalan tetap dilakukan. Jalan-jalan yang saya maksudkan di sini tidak harus jauh tempatnya. Di dalam Belanda saja tidak masalah seperti tahun kemarin kami hanya ke Limburg. Yang penting pas saya ulang tahun, kami keluar dari rumah. Menikmati bertambahnya angka usia di tempat yang baru dan dengan orang-orang yang saya cintai.

Sebenarnya ulang tahun kali ini saya ingin ke salah satu negara Skandinavia. Belum diputuskan ke negara mana, paling tidak ya ke salah satunya. Tapi suami bilang, “kita kan ingin menghindari dinginnya Belanda, masa ke negara yang lebih dingin.” Kalau dipikir, iya juga ya hahaha karena ulangtahun saya akhir maret. Akhirnya tercetus Portugal. Negara ini sebenarnya tahun lalu ingin kami kunjungi, tapi karena ada satu hal, kami tunda dulu, sampai baru tahun ini akhirnya kesampaian kami datangi.

Setelah diputuskan akan berangkat tepat pada hari ulangtahun saya dan kami akan tinggal selama 10 hari di sana, maka yang dilakukan selanjutnya adalah menentukan akan ke kota mana saja selama di Portugal. Seperti biasa, kalau kami menghabiskan waktu agak lama di suatu negara, bisa dipastikan tipe liburannya adalah road trip. Dari banyak kota di Portugal yang semuanya menggoda untuk disinggahi, akhirnya pilihan kami jatuh ke Porto, mampir ke Espinho, Sintra, Lisbon, mampir sebentar ke Fatima, Coimbra, dan terakhir di Braga. Portugal kotanya cantik-cantik, jadi betul-betul harus dipilih yang sesuai kondisi dan minat kami. Kalau tidak mengingat terbatasnya waktu, ingin sampai ke Portugal selatan. Mudah-mudahan suatu saat bisa kembali ke Portugal.

Rute road trip kami di Portugal. Akhir Maret - Awal April 2018
Rute road trip kami di Portugal. Akhir Maret – Awal April 2018

Pesawat KLM yang akan membawa kami ke Portugal pergi jam 9 pagi. Artinya kami harus berangkat sangat pagi dari rumah. Saya sudah bangun sejak jam 4 untuk melakukan persiapan akhir dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Selama 10 hari di Portugal, kami cukup membawa dua koper besar dan satu tas punggung untuk saya bawa ke dalam pesawat. Jam setengah 6 pagi, kami sudah meninggalkan rumah, naik tram lalu ganti kereta untuk menuju ke Schiphol – Amsterdam. Perjalanan menuju Schiphol lancar jaya. Ternyata ada keterlambatan pemberangkatan. Penumpang harus menunggu sekitar setengah jam di dalam pesawat karena bandara di Porto sedang sibuk sehingga pesawat harus menunggu untuk mendarat. Singkat cerita, selama 3 jam di dalam pesawat juga lancar jaya aman terkendali sampai kami mendarat di Porto.

Sebelum berangkat, kami seringkali memantau cuaca di Portugal seperti apa. Sedihnya, sampai mendekati keberangkatan, cuaca di sana diperkirakan seringkali hujan. Awalnya saya mempersiapkan baju untuk cuaca yang panas, akhirnya dibongkar lagi dan ikhlas menerima harus diganti dengan baju-baju yang sesuai untuk musim hujan. Dan selama kami di sana, lha kok ternyata cuaca di Belanda sedang nyentrong mataharinya. Kena kutukan cuaca Belanda ini namanya, ke manapun diikuti hujan.

PORTO

Setelah mengurus sewa mobil yang akan digunakan selama 10 hari, kami langsung menuju ke hotel yang letaknya ternyata agak jauh dari pusat kota, tapi masih terjangkau oleh transportasi umum. Karena masih hujan deras, kami memutuskan untuk istirahat sambil menunggu hujan reda sampai kami harus makan siang di hotel. Menjelang sore, meskipun cuaca tidak terlalu bagus tetapi hujan sudah berhenti, kami putuskan ke kota dengan menggunakan mobil, bukan hanya sekedar jalan tapi sekalian untuk makan malam sambil merayakan ulangtahun saya. Karena hujan kadang datang dan berhenti, maka kami sesekali berteduh di depan toko. Porto langsung mencuri hati kami. Suasananya tidak terlalu ramai, keindahan bangunannya langsung membuat kami terpikat sore itu saat berkeliling kota.

Porto - Portugal
Porto – Portugal
Stasiun kereta Sao Bento di Porto - Portugal. Salah satu stasiun. kereta tercantik di dunia
Stasiun kereta Sao Bento di Porto – Portugal. Salah satu stasiun. kereta tercantik di dunia
Igreja Do Carmo di Porto - Portugal
Igreja Do Carmo di Porto – Portugal
Igreja Do Carmo di Porto - Portugal
Igreja Do Carmo di Porto – Portugal

Hari ke dua di Porto, pagi hari cuaca masih cukup cerah. Tapi menjelang siang saat kami berada di daerah Ribeira, hujan lebat mendadak datang. Kami kalang kabut mencari tempat berteduh. Untung saja tepat jam makan siang. Jadi kami berteduh di sebuah restoran sekalian makan siang (sebelumnya saya berteduh di bawah jembatan sementara suami sedang naik ke atas tower). Di sinilah awal musibah terjadi. Entah apa yang salah dengan makanan yang dipesan suami, beberapa jam setelahnya, saat kami sampai di hotel, suami mulai muntah-muntah dan diare. Sampai menjelang tengah malam keadaannya tidak membaik, akhirnya suami memutuskan untuk ke UGD dekat hotel. Beberapa jam kemudian keadaan mulai membaik.

Torre dos Clérigos di Porto - Portugal
Torre dos Clérigos di Porto – Portugal
Cais da Ribeira di Porto - Portugal
Cais da Ribeira di Porto – Portugal
Cais da Ribeira di Porto - Portugal
Cais da Ribeira di Porto – Portugal

Kami berada di Porto selama 3 malam dengan kondisi cuaca yang hampir setiap hari hujan. Namun hal tersebut tidak menghalangi kami untuk menyusuri keindahan kota Porto dengan berjalan kaki. Terkesima dengan keramahan orang-orang lokal dan menikmati jajanan khas Portugal yang selalu membuat mulut saya tidak berhenti mengunyah.

Palácio da Bolsa di Porto - Portugal
Palácio da Bolsa di Porto – Portugal

Jika kalian penggemar Harry Potter, maka wajib ke toko buku Livreria Lello jika ke Porto. Toko buku yang sudah ada sejak tahun 1906 ini adalah salah satu toko buku yang terindah di dunia. Kaitannya dengan Harry Potter adalah konon JK Rowling mendapatkan inspirasi untuk mendeskripsikan sebuah tangga setelah melihat tangga di dalam Livreria Lello. Saya bukan penggemar Harry Potter, tidak pernah membaca buku dan menonton filmnya. Jadi informasi ini saya dapatkan dari hasil pencarian di Google. Sebenarnya saya ingin melihat keindahan toko buku ini, tapi melihat antrian yang sangat mengular, keinginan langsung kandas. Kalau melihat di internet, dalamnya memang mengagumkan ya walaupun katanya dilarang memfoto.

Tidak bisa masuk ke dalam toko buku yang cantik ini, tapi saat di Coimbra, saya bisa menikmati keindahan perpustakaan di Universitas Coimbra yang cantiknya membuat decak kagum tiada henti. Nanti, akan saya ceritakan pada bagian ke dua perjalanan kami di Portugal.

Livraria Lello - Salah satu toko buku terindah di dunia - Porto - Portugal
Livraria Lello – Salah satu toko buku terindah di dunia – Porto – Portugal

 

Porto terkenal dengan sarden. Nah, ada yang unik dengan Sarden yang dijual. Yang saya maksudkan adalah kemasannya. Di salah satu toko yang menjual sarden kalengan, kemasannya mencantumkan tahun kelahiran yang dicetak besar dan di bawahnya diberikan keterangan siapa saja orang terkenal yang lahir di tahun tersebut. Saya tergoda untuk membeli sebagai buah tangan dan masih tersimpan sampai sekarang. Banyak jenis kemasan sarden yang unik dan menarik yang bisa ditemui sepanjang di Porto. Salah satu alternatif buah tangan yang bisa dibawa.

Toko Sarden - Porto
Toko Sarden – Porto
Toko Sarden - Porto
Toko Sarden – Porto
Porto Tram City Tour - Portugal
Porto Tram City Tour – Portugal
Porto - Portugal
Porto – Portugal
Porto - Portugal
Porto – Portugal

 

ESPINHO

Karena sudah merasa cukup mengitari Porto selama dua hari (padahal ya cuma muter-muter yang di kota saja, kalau mau lebih banyak yang didatangi, dua hari masih kurang), akhirnya pada hari ke tiga, kami memutuskan untuk jalan ke kota sekitar Porto. Bertanya ke resepsionis hotel, diberi pilihan dua tempat yang terletak di tepi pantai. Pilihan kami jatuh pada Espinho. Perjalanan kurang dari setengah jam, begitu sampai saya langsung suka dengan kota kecil ini. Terletak di tepi pantai, meskipun menurut saya pantainya biasa saja seperti pantai di Den Haag, Scheveningen, tapi kotanya benar-benar menyenangkan. Sepi dengan bangunan yang didominasi warna putih, kata suami adalah ciri khas warna bangunan Portugis.

Espinho - Porto
Espinho – Porto
Espinho - Porto
Espinho – Porto
Espinho - Porto
Espinho – Porto
Espinho - Porto
Espinho – Porto

Karena memang bukan sebagai jujugan turis, jadi sepanjang mata memandang nampaknya hanya orang lokal saja yang berjalan di sisi pantai maupun yang berada di sekitar kota. Kami lama duduk-duduk di taman dalam foto di bawah ini. Menikmati semilir angin sambil melihat burung yang hilir mudik di depan kami. Waktu semakin beranjak sore dan angin semakin kencang, kami memutuskan untuk segera kembali ke hotel.

Espinho - Porto
Espinho – Porto

SINTRA

Rute keesokan hari adalah menuju Lisbon. Saat menentukan kota yang akan kami kunjungi, melihat peta ternyata kami melewati Sintra. Teringatlah saya akan kastil cantik yang berwarna warni. Lalu kami memutuskan untuk singgah sebentar di Sintra, mengunjungi dua kastil yang ada di sana, yaitu Pena Palace dan Castle of the Moors.

Pena Palace terletak di atas bukit Sintra. Kastil ini masuk dalam Unesco World Heritage Site. Alasan saya tertarik mengunjunginya karena melihat foto yang bertebaran di internet kastil ini berwarna warni sampai mengingatkan saya akan bangunan yang ada di Rusia. Saya pikir ini kastil baru, tapi ternyata ya lumayan lama juga karena pembangunannya selesai pada tahun 1854 yang dimulai pada abad pertengahan. Arsitektur dari kastil ini adalah Romanesque Revival dan Neo-Manueline. Sewaktu kami ke sana, walaupun belum musim liburan, tetapi antrian masuknya sangatlah panjang. Beruntung kami punya akses khusus untuk masuk jadi tidak usah berada dalam panjangnya antrian. Di beberapa bagian dalam kastil, sedang dilakukan renovasi. Di dalam kastil boleh mendokumentasikan, tapi ternyata saya hanya punya satu fotonya. Mungkin karena terlalu menikmati bagian dalamnya yang bagus jadinya lupa untuk mendokumentasikan.

Pena Palace - Sintra - Portugal
Pena Palace – Sintra – Portugal

 

Sintra - Portugal
Sintra – Portugal
Sintra - Portugal
Sintra – Portugal

Tidak seberapa jauh dari Pena Palace, Castle of the Moors terlihat sangat kontras berbeda dilihat dari bentuk bangunannya. Kastil ini dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 pada periode Muslim Iberia. Yang ke kastil ini, suami. Saya tidak ikut, memilih menunggu di mobil. Jadi foto-foto di bawah ini dari Hp suami.

Castle of the Moors di Sintra - Portugal
Castle of the Moors di Sintra – Portugal
Castle of the Moors di Sintra - Portugal
Castle of the Moors di Sintra – Portugal
Pena Palace dilihat dari Castle of the Moors di Sintra - Portugal
Pena Palace dilihat dari Castle of the Moors di Sintra – Portugal

Cerita tentang Portugal akan bersambung ke road trip Portugal bagian ke dua yaitu : Lisbon – Fátima – Coimbra – Braga

Cerita yang berkaitan dengan Portugal : Kulineran di Portugal

-Nootdorp, 6 November 2018-

Nanti Kita ke Jepang ya …

Clingendael

Selama dua hari ini hujan turun terus, tidak hanya itu, suhu udara pun mulai dingin. Kami serumah pilek muter tiada akhir. Yang satu sembuh, yang satu belum, nulari yang lainnya. Begitu saja terus seperti lingkaran tak ada putusanya. Akibat hujan jadi malas ke luar rumah, saya malah produktif di dapur. Kemarin saya membuat sambel teri kacang satu toples besar, membuat sambel teri pedas dan menggoreng ikan asin. Duh nikmatnya makan ikan asin setelah sekian lama males nggoreng karena rumah pasti jadi bau setelahnya. Betul saja, saat suami pulang, begitu buka pintu komentarnya, “goreng ikan asin ya?” hahaha dia benci sekali dengan bau ikan asi. Padahal sewaktu menggoreng, pintu dapur saya buka lebar (pasti tetangga kanan kiri mbatin iki ambu opo haha) dan setelahnya saya rebus rempah2 supaya wangi. Tetep saja baunya nempel.

Karena kemarin masak yang berbau, tadi saya membuat camilan yang harum. Lumayan rumah jadi wangi Vanilla. Tadi saya membuat bubur kacang hijau dan kue labu kuning keju. Saya rajin masak selain karena suka masak, juga karena serumah doyan makan. Makanya jadi makin semangat untuk masak. Nah, kue labu keju ini andalan. Sekarang sedang musim labu kuning, jadi harganya murah. Selain saya buat sup labu, saya juga buat untuk kue. Ini kue anti gagal menurut saya. Resepnya aslinya saya mencontek, tapi saya modifikasi sendiri pada akhirnya. Kalau saya membuat ini, wah pada doyan semua. Kalau ada yang mau resepnya, kapan-kapan saya buat postingan terpisah untuk resepnya (PD sekali ada yang nanya :D). Yang pasti gampang dan anti gagal karena bahan-bahannya gampang dan caranya pun gampang. Seminggu ini saya sudah membuat tiga kali. Rasanya tidak terlalu manis (saya tidak suka manis), aroma keju dan menteganya menggoda. Penampakan baru diangkat dari oven seperti ini :

Kue labu keju baru mentas dari oven
Kue labu keju baru mentas dari oven

Nah minggu lalu, saya juga membuat kerajinan tangan. Lumpia (isi rebung, wortel, tahu), Martabak telur pakai kulit lumpia, dan kue labu keju. Karena membuatnya banyak, jadi bisa dimakan sewaktu Yayang dan si kembar ke rumah, bagi-bagi ke tetangga, Mama dan dimakan serumah. Semua suka, syukurlah. Dan hari minggunya saya membuat sate ayam dan oseng sawi (putih dan hijau). Hari minggu bertepatan dengan waktu winter jadi jam dimundurkan satu jam. Harusnya sih bisa menikmati bonus tidur satu jam lebih lama, tapi kok ya serempak semua bangun tidurnya tetap seperti biasanya.

Lumpia dan martabak telur yang mejeng. Yang tidak difoto masih banyak.
Lumpia dan martabak telur yang mejeng. Yang tidak difoto masih banyak.
Lumpia, martabak telur, dan kue labu kuning keju. Versi cantiknya
Lumpia, martabak telur, dan kue labu kuning keju. Versi cantiknya
Masakan hari minggu. Sate ayam, oseng sayuran dan camilannya kue llabu keju (membuat kedua kalinya dalam 3 hari)
Masakan hari minggu. Sate ayam, oseng sayuran dan camilannya kue llabu keju (membuat kedua kalinya dalam 3 hari)
Sate ayam ala bu deny :D
Sate ayam ala bu deny 😀

Nah hubungannya cerita makanan dengan Jepang apa. Ya cerita makanannya cuma pendahuluan saja haha. Hari minggu kemarin, matahari cerah setelah beberapa hari hujan dan mendung. Walaupun cerah, tapi dinginnya minta ampun, Sekarang kalau pagi suhunya 2ºC. Brr, dingin. Makanya hidung meler terus. Nah karena matahari moodnya sedang bagus, saya mengusulkan untuk ke Taman Jepang (Japanse Tuin) yang tidak jauh dari rumah. Hari itu adalah terakhir taman ini buka untuk periode musim gugur. Jam 3 sore kami sudah sampai sana. Langsung kami menuju ke taman tersebut sambil sesekali saya berhenti untuk foto-foto seputaran Clingendael Park. Jadi taman Jepang ini letaknya di dalam taman. Sepertinya memang jadi ritual kami untuk mengunjungi Taman Jepang karena buka dua kali dalam setahun dan kami nyaris selalu ke sana. Entahlah, suka saja melihatnya. Beberapa cerita saya tentang Japanse Tuin bisa dibaca di sini dan di sini.

Clingendael
Clingendael
Clingendael
Clingendael
Clingendael
Clingendael

Eh, ternyata kami salah belok. Harusnya belok ke kiri, kami malah terus saja. Suami nanya, apa musti balik arah atau terus saja? saya bilang terus saja sekalian jalan-jalan di taman besarnya. Nanti saja terakhir baru ke taman Jepang. Kami lalu berjalanlah keliling taman lalu berhenti begitu melihat taman bermain. Setengah jam di sana baru melanjutkan jalan-jalan lagi. Nah begitu sampai pintu masuk Japanse Tuin, lha kok sudah tutup. Ternyata tutupnya jam 4. Kami sampai depan pintunya jam 4 lebih dua menit. Kraakk langsung patah hati saya. Sedih, telatnya dua menit. Tahu muka saya kecewa begitu, suami memeluk pundak saya, “Kapan-kapan kalau ada rejeki waktu dan uang, kita semua ke Jepang aslinya ya. Biar kamu bisa lihat taman jepang yang asli di negaranya, tidak yang versi mungil begini.” Duh saya jadi terharu. Langsung hati saya mengamini. Mudah-mudahan berjodoh kami sekeluarga bisa mengunjungi Jepang suatu hari nanti, meskipun suami sudah pernah ke sana beberapa tahun lalu.

Supaya saya tidak kecewa berkepanjangan, suami langsung menawari untuk mencari makanan di kota. Saya langsung girang. Memang gampangan kalau disogok makanan haha. Akhirnya kami mampir ke warung yang jual bakso dan mie ayam. Menghangatkan badan dengan menyantap bakso, mie ayam pedas, dan juga lemper.

Pelipur kecewa
Pelipur kecewa

Meskipun sedikit terselip kecewa sesaat karena telat masuk ke Japanse Tuin, tapi rasa syukur saya lebih besar dibandingkan kekecewaan yang seuprit itu. Saya bersyukur diberikan kesempatan selalu menikmati saat-saat bersama keluarga, bersyukur bisa masak untuk mereka dan melihat mereka lahap makannya, dan bersyukur bahwa kami diberikan kesehatan dan umur yang berkah hingga detik ini.

Clingendael
Clingendael

-Nootdorp, 31 Oktober 2018-

Ngeblog Itu …

Cinque Terre, Italy

… sejauh ini menyenangkan buat saya. Perjalanan menulis di blog saya lewati berpindah dari beberapa platform, sepertinya mengikuti perjalanan status hidup saya pada waktu tersebut sampai saat ini. Dari Friendster, Multiply (MP), Tumblr, Blogspot, sampai saat ini sudah betah selama empat tahun lebih di WordPress (WP). Dari sekian platform sebelum WP, yang paling berkesan adalah MP dan Blogspot. Kalau MP, jadi banyak kenalan yang tulisannya super bagus (tapi terus terang saya lupa siapa saja namanya hahaha) sedangkan di Blogspot yang isinya kebanyakan adalah puisi dan cerpen, saya mempunyai kesempatan untuk berkolaborasi dengan beberapa orang menulis beberapa buku (pernah saya tulis ceritanya di sini). Masing – masing tempat mempunyai cerita tersendiri yang pastinya memberikan kenangan yang indah. Dulu berharap bisa berjodoh dengan salah satu yang menulis di MP, saking tulisannya bagus. Syukurlah tidak terjadi haha.

Nah kalau di WP, saya merasakan suasana yang berbeda. Awalnya blog ini dibuat oleh suami supaya saya tidak terlalu banyak menulis status-status tidak penting di FB selama kuliah S2. Maklum, ruwet dengan dunia perkuliahan apalagi pelariannya kalau tidak update status tak mutu di FB. Walaupun waktu itu saya aktif juga di twitter, tapi cari perhatiannya (caper) di FB. Suami saya tidak punya FB. Satu-satunya media sosial yang dia punya adalah twitter (itupun saya tidak paham cuitan yang dia tuliskan selalu kalau tidak politik ya tentang Bitcoin atau sejarah. Terlalu serius buat saya). Nah, kata suami daripada saya produktif tidak jelas di FB padahal tesis harus dikerjakan, dia mengusulkan bagaimana kalau dia membuat blog untuk kami isi bersama. Waktu itu saya sudah vakum di blogspot. Saya setuju usulnya. Jadi blog ini dibuat sebelum kami menikah, tapi mulai aktif diisi setelah kami menikah.

Awalnya dia rajin juga menulis di sini. Lama-lama dia makin sibuk dengan urusan pekerjaan, hobinya di dunia musik, dan kegiatan lainnya di luar pekerjaan, juga dia sibuk menulis di blognya sendiri, akhirnya blog ini hanya saya yang mengisi. Jadi, anggap saja sekarang blog ini milik saya, meskipun iuran pertahunnya tetap dia yang bayar haha.

Nah, di WP ini, saya sukanya karena beberapa alasan di bawah ini :

  • GAMPANG BERBALAS KOMENTAR

Di WP, saya merasakan untuk berbalas komentar atau meninggalkan komentar sangatlah mudah dan selalu mendapatkan notifikasinya. Mudah-mudahan meninggalkan komentar di blog ini juga tidak terlalu susah ya, setidaknya sekarang lebih mudah daripada saat awal-awal blog ini ada. Karena gampang berbalas komentar, jadi dengan beberapa bloger saya merasa dekat (saya ya ini yang merasa, entah mereka haha). Meskipun nyaris selalu membaca tulisan bloger yang saya ikuti, tapi saya tidak selalu meninggalkan komentar. Tapi percayalah, kalau saya sedang senggang, lebih memilih membaca tulisan di blog daripada membuka twitter.

  • MEMPUNYAI KESEMPATAN BERTEMU MUKA DENGAN BEBERAPA BLOGER

Kopi darat atau kopdar dengan beberapa bloger pertama kali saya lakukan di Belanda. Ceritanya ada di sini. Disitulah saya pertama kali ketemu dengan Crystal, Mbak Yoyen, Yayang, dan Indah. Sejauh ini yang masih sering ketemu, ya dengan Crystal karena memang tempat tinggal kami yang tidak terlalu jauh. Awalnya yang sangat grogi karena pertama kali punya pengalaman kopdar, setelahnya saya jadi santai kalau ketemu bloger yang sedang liburan ke Belanda, sudah menetap di Belanda, maupun yang baru pindah ke Belanda. Biasanya yang menghubungi saya untuk mengajak kopdaran adalah mereka yang biasa saling berbalas komentar dengan saya. Jadi begitu ketemu, tidak terlalu canggung lagi. Semoga nanti ketika kami punya kesempatan liburan ke Indonesia dan berkunjung ke beberapa kota, bisa bertemu langsung dengan bloger-bloger yang selama ini hanya saya kenal lewat tulisannya. Hayo, siapa mau ketemu saya? (PD banget nanya begini).

Baru-baru ini saya akhirnya bisa kopdaran dengan Astrid. Ini pertemuan pertama kali kami meskipun sudah tahu Astrid dari blog sebelum pindah ke Belanda, meskipun intensif WhatsApp an hampir setiap hari, dan meskipun kami sama-sama tinggal di Belanda tapi jaraknya saling berjauhan. Jadi ketika Astrid sedang ada kepentingan ke KBRI di Den Haag, kami sepakat ketemu di Restoran Pempek Elysha. Beberapa minggu kemudian kami bertemu lagi saat Astrid harus ke Den Haag lagi. Rasanya tentu saja senang setelah kenal sekitar empat tahun an, lalu bisa ketemu langsung dan komunikasi kami sampai sekarang tetap baik dan intensif. Foto dengan Astrid setelah melalui pertimbangan, lebih baik tidak saya tampilkan. Tapi bukan hoax ya saya bertemu dengan Astrid 😀

Selain itu, minggu kemarin, kami juga mendapatkan kunjungan singkat Yayang beserta kedua putrinya, Cinta dan Cahaya. Dengan Yayang, ini sudah pertemuan ke dua. Sedangkan Cinta dan Cahaya, ini pertama kali saya bertemu. Kesan saya terhadap si kembar, mereka sangatlah sopan tutur kata dan tingkah lakunya. Berbicara dengan saya seperti sudah kenal lama, gampang berbaur dan supel. Ah kesan saya terhadap mereka benar-benar melekat di hati. Mereka bukan hanya cantik secara fisik, tetapi cantik juga hatinya. Zij zijn zo lief en aardig kalau kata orang Belanda. Sementara saya dan Yayang berbincang seru, anak-anak juga bermain sendiri tidak kalah serunya. Saya dan Yayang meskipun baru dua kali ini bertemu, tapi entah kenapa rasanya seperti sering bertemu. Mungkin karena sering berbalas komentar di blog masing-masing dan sesekali mengirimkan pesan di wa. Dua jam berlalu tanpa terasa karena obrolan yang seru dan anak-anak bisa langsung berbaur. Terima kasih kadonya Yang!

Bersama Yayang
Bersama Yayang
  • BANYAK BELAJAR HAL BARU

Karena saya mengikuti tulisan dari beberapa bloger yang memang sesuai dengan minat baca, maka dari tulisan mereka pun saya jadi banyak tahu hal-hal baru dan pendapat-pendapat yang meskipun seringnya tidak sepemahaman tetapi tetap memberikan suatu pandangan baru. Tidak semua hal yang berbeda itu jelek, begitu juga sebaliknya. Namun, selama perjalanan ngeblog di WP ini, ada beberapa bloger yang tidak lagi saya ikuti lagi tulisannya alias unfollow karena memang sudah tidak sejalan dengan minat baca. Minat baca saya sebenarnya gampang : yang memberikan manfaat buat saya, tidak menyebarkan hal-hal yang negatif karena seringkali menuliskan keluh kesah, dan yang tidak terlalu mengumbar hal-hal yang sifatnya buat saya terlalu privasi. Itu saja. Bukan berarti yang mereka tulis salah, tidak sama sekali. Hanya kembali lagi, tidak sesuai dengan minat baca saya. Masalah apa yang ingin ditulis dalam blog masing-masing, itu sudah menjadi urusan si bloger dan penilaian dari saya jelas subyektif sifatnya. Saya juga mengikuti tulisan beberapa bloger yang baru saya kenal.

Cinque Terre, Italy
Cinque Terre, Italy
  • SARANA BELAJAR MENULIS YANG LEBIH BAIK DAN TEMPAT MENYALURKAN IDE DI KEPALA JUGA MENDOKUMETASIKAN HAL-HAL YANG PENTING

Saya suka menulis, tak terbantahkan (minimal dari keluarga dan teman-teman dekat tahu hal ini). Kesukaan saya terhadap menulis lahir karena saya suka membaca buku. Karena banyak ide yang berkeliaran di kepala sehingga saya butuh ruang untuk menampungnya, dalam bentuk tulisan lah yang saya rasa tepat dan menulis di blog mampu mengakomodasi ide-ide dan pendapat yang bertebaran di kepala. Menulis dan membaca adalah dua hal yang sangat berkaitan. Menulis di blog menjadi sarana juga untuk saya supaya bisa semakin baik dan menjadi lebih baik lagi berkomunikasi dalam bentuk tulisan. Saya suka menulis narasi yang panjang. Karenanya, tulisan di blog ini seringnya adalah tulisan panjang yang lebih dari 1200 kata.

Nah dari beberapa hal yang saya sebutkan di atas sebagai kelebihan yang saya dapat selama menulis di WP, di bawah ini juga ada beberapa hal yang saya masih patuhi sampai saat ini sebagai batasan saat saya menulis. Batasan ini dalam arti peraturan yang saya buat sendiri (dan waktu itu melalui diskusi bersama suami) supaya tetap masih ada ruang privasi bagi kami karena tidak semua hal perlu dibeberkan dalam ranah dunia maya.

TIDAK MENERIMA TULISAN BERBAYAR

Aturan tersebut saya tetapkan sendiri karena saya ingin tetap menulis sesuai tujuan awal blog ini dibuat yaitu sebagai media saya menyalurkan kesenangan menulis dan ide-ide yang ada di kepala serta sebagai tempat saya berlatih menulis yang lebih baik serta mendokumentasikan beberapa hal penting. Beberapa kali saya menerima email tawaran untuk bekerjasama dengan beberapa produk di Indonesia, tetapi saya tolak. Selain alasan di atas, juga ada alasan beban moral. Misalkan : Saya bertempat di luar Indonesia lalu mereview produk dari Indonesia yang mana saya tidak pernah mempergunakannya. Ya, bagaimana saya bisa memberikan pendapat yang jujur menggunakan produk tersebut. Tentang rejeki, Insya Allah masih ada banyak jalan. Saya tidak mau membohongi hati nurani dengan menuliskan sesuatu yang tidak sesuai hanya demi uang (atau lebih dikenal).

MEMBATASI TULISAN  YANG TERLALU PRIVASI TENTANG KELUARGA

Saya sangat membatasi tulisan yang terlalu privasi tentang keluarga. Meskipun sering saya menuliskan tentang kegiatan akhir pekan yang kami lewati ataupun tentang liburan yang kami lakukan, bahkan beberapa acara yang diadakan di rumah, tapi ceritanya hanya secara garis besar, tidak mendetail. Karena buat saya (dan suami), menjaga privasi keluarga tetap menjadi prioritas kami, tidak hanya dalam ranah blog tetapi juga di media sosial. Privasi yang kami jaga selain dalam hal bercerita juga dalam mengunggah foto. Salah satu contohnya : Saya tidak mengunggah foto memperlihatkan isi rumah kami secara menyeluruh atau mengunggah video yang memperlihatkan rumah kami tampak depan sehingga memperlihatkan nomer rumah. Misalkan seperti itu. Mungkin karena tidak banyak bercerita tentang keluarga secara detail, beberapa yang membaca blog ini menjadi penasaran tentang suatu topik, misalkan agama atau anak atau bagaimana kami bertemu. Seperti yang saya temukan di kategori pencarian ini. Dan ini bukan hanya sekali dua kali saya temukan. Karenanya, semakin banyak orang di luar sana yang penasaran dengan kehidupan kami, semakin saya berhati-hati menuliskan cerita yang berhubungan dengan keluarga. Kembali lagi, saya menulis di blog untuk menyalurkan kesenangan menulis, bukan untuk mencari tenar.

Kategori pencarian di blog kami. Tentang anak
Kategori pencarian di blog kami. Tentang anak
Kategori pencarian di blog kami. Tentang agama
Kategori pencarian di blog kami. Tentang agama

Jadi setelah saya menjelaskan ini, mudah-mudahan bisa memberikan sedikit info bahwa tidak semua hal tentang kehidupan kami, akan saya jadikan bahan tulisan. Ada banyak pihak yang harus tetap saya hormati dan jaga privasinya.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Harapan saya, selama menulis di blog yang topiknya sangatlah beragam, bisa membuat yang membaca minimal tidak merasa sia-sia ketika mampir ke blog ini. Saya menerima banyak sekali email bertanya tentang beberapa hal yang berkaitan dengan apa yang saya tulis di sini atau yang belum saya tuliskan di sini misalkan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan kehidupan di Belanda. Kalau bisa saya jawab, akan saya jawab. Tapi jika tidak, saya akan jawab tidak bisa. Misalkan ketika ada pertanyaan : bagaimana cara meyakinkan calon suami untuk masuk Islam. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini karena buat saya agama sifatnya sangatlah pribadi dan kondisi masing-masing orang berbeda. Ada pertanyaan yang sebenarnya sudah ada di dalam tulisan saya secara jelas (cuma mungkin kelewat membacanya atau memang malas membaca), maka akan saya arahkan bahwa dalam tulisan saya tersebut jawabannya sudah ada, mohon dibaca secara teliti dan cermat.

Meskipun banyak bloger yang saya kenal sejak awal sudah tidak aktif lagi ngeblog, mungkin karena faktor kesibukan atau berpindah ke media sosial yang lebih interaktif seperti Instagram atau Twitter atau memutuskan untuk berganti menjadi Vloger, semoga saya tetap konsisten sebagai bloger. Dan semoga kedepannya saya tetap bisa membaca tulisan rekan-rekan bloger yang lainnya. Hidup itu pilihan, menjadi bloger pun adalah pilihan. Jika nanti saya menghilang sesaat karena kesibukan bertambah, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kabar. Saya selama ini melakukan hak yang sama jika ada bloger yang lama tidak terdengar kabarnya. Yang rajin menanyakan kabar saya jika saya lama tidak menulis adalah Nana. Terima kasih Na buat perhatiannya. Sekarang saya punya waktu menulis sebelum tidur. Jadi setengah delapan malam saya sudah leyeh-leyeh di tempat tidur, akan saya pergunakan setengah jam untuk membaca buku, setengah jam untuk menulis di blog, setengah jam membuka twitter. Setelahnya berbincang bersama suami lalu waktunya tidur.

Selamat Hari Bloger Nasional 2018 untuk rekan-rekan bloger. Mengutip kata Puji, semoga Blog tetap hidup dan para bloger tidak banyak yang berguguran supaya dunia blog tetap meriah.

Selamat hari Sumpah Pemuda juga. Tulisan saya yang berkaitan dengan Sumpah Pemuda adalah : Sebutlah Bahasa Indonesia Secara Utuh dan Benar

-Nootdorp, 28 Oktober 2018-

Info : Dalam bahasa Indonesia, disebutnya bloger (ada di KBBI). Kalau dalam bahasa Inggris, disebut blogger.

Kulineran di Portugal

Dan lagi

Karena tulisan tentang road trip di Portugal pada akhir Maret sampai awal April lalu belum selesai juga, daripada tidak ada tulisan apapun tentang Portugal, kali ini saya mau membahas kulineran selama di Portugal. Kenapa judulnya bukan Kuliner Portugal melainkan kulineran di Portugal? Karena selama di sana kami tidak hanya makan makanan lokal Portugal saja, tetapi juga menikmati kulineran dari negara lain yaitu Itali. Ada ceritanya kenapa kami sampai berhari-hari makan makanan Itali. Simak cerita lengkapnya di bawah dan juga saya tulis beberapa tips disela cerita yang mungkin akan bermanfaat bagi siapapun yang akan ke Portugal.

Disclaimer, saya bukan food blogger ataupun food historian, jadi yang saya tulis di sini akan sangat jarang sekali ditemui tentang sejarah makanan ataupun rasa makanan secara sangat mendetail. Saya hanya seseorang yang mengaku tukang makan.

MAKANAN ITALIA

Sesampainya di kota pertama yaitu Porto, setelah menaruh barang di hotel, kami lalu jalan-jalan sejenak ke pusat kota. Sebelumnya hujan deras mengguyur. Tapi karena kami lapar dan hari itu bertepatan dengan saya ulangtahun, jadi inginnya makan malam sekaligus merayakan ulangtahun. Setelah putar sana sini sambil menikmati pusat kota Porto di sore hari dan kok ya mendung makin tebal menggelayut, kami memutuskan untuk mencari restoran apa saja yang kami lewati asal menunya masih bisa saya makan. Kok ya melewati restoran Italia dan ada menu Risotto. Ya sudah kami masuk ke sana.

Dari luar restorannya nampak biasa saja. Tetapi begitu masuk dan menuju ruang bawah, wah saya takjub dengan tata ruangnya yang klasik. Saya pesan Risotto bayam dan suami pesan entah pasta apa namanya. Saya puas dengan menu yang saya makan, Risottonya tidak terlalu creamy dan ada keju yang digoreng. Sah saya bertambah umur pada hari itu dirayakan di restoran Italia bersama keluarga yang saya cintai.

Saya makan Risotto bayam dan suami makan pasta
Saya makan Risotto bayam dan suami makan pasta

Malam kedua, masih di Porto. Kami kembali makan di restoran Italia tapi kali ini tempatnya persis di sebelah hotel. Ini restorannya lebih modern dan tempatnya lebih luas. Alasan kembali makan di restoran Italia karena suami mendadak perutnya tidak nyaman setelah makan Francesinha di Ribeira. Sekedar informasi saja, perut suami memang agak sensitif. Entah kenapa gampang sekali sakit kalau makanannya tidak bersih atau ada yang salah saat memasak. Sewaktu kami liburan ke Munster, dia juga sakit perut setelah makan Pizza. Heran ya, padahal selama di Indonesia saya ajak makan kaki lima dan segala macam jajanan di pinggir jalan, sehat-sehat saja dia. Tahun ini liburan, dua kali perutnya sakit. Bahkan saat di Porto yang terparah sampai harus ke IGD segala.

Karena saya memang suka sekali masakan Italia (mulai benar-benar suka sejak 2 tahun lalu liburan ke Italia), jadi makan di restoran Italia asli selalu membuat saya terpuaskan dengan makanannya. Apalagi Risotto, hobi berat saya makan ini. Tahun kemaren saya susah sekali makan terutama makan makanan Indonesia. Ajaibnya, dengan Risotto permasalahan susah makan teratasi. Saya sukanya Risotto Funghi yang tanpa krim. Jadi makanan Itali di bawah ini yang kami makan selama malam kedua dan ketiga di Porto. Total selama tiga malam di Porto kami malah makan malam di restoran Italia.

Risotto Funghi
Risotto Funghi
Lupa namanya apa tapi rasa kuahnya mirip sekali dengan kuah bakso
Lupa namanya apa tapi rasa kuahnya mirip sekali dengan kuah bakso
Spaghetti Seafood
Spaghetti Seafood
Sup Tomat Seafood plus potongan cabe rawit
Sup Tomat Seafood plus potongan cabe rawit

 

KULINER PORTUGAL

Nah, kali ini saya akan membahas kuliner asli Portugal yang beberapa sempat kami nikmati dan sempat saya abadikan di kamera (beberapa tidak sempat difoto). Jadi selama di Portugal kami pindah kota sebanyak 5 kali dan diantaranya mampir ke kota yang kami lewati. Kota itu adalah : Porto, Sintra, Lisbon, Coimbra, dan Braga. Di setiap kota, kami usahakan untuk mencicipi makanan lokal dengan catatan makanan yang bisa saya makan. Tapi karena Portugal juga terkenal dengan kulineran lautnya, jadi saya tidak perlu khawatir malah senang bisa makan makanan laut sepuasnya. Kuliner Portugal juga didominasi oleh makanan dengan daging Babi.

Hari kedua di Porto, kami makan siang di Ribiera. Restoran lokal ini letaknya persis di sebelah sungai. Karena Porto terkenal dengan sardennya, saya akhirnya memesan menu sarden goreng. Daging sardennya rasanya enak manis, berarti ikannya segar. Entah bumbu untuk menggoreng sardennya apa, tapi tidak terlalu asin dan terasa bawang putihnya.

Saya makan ikan sarden digoreng, suami makan Francesinha
Saya makan ikan sarden digoreng, suami makan Francesinha

Sementara suami memesan Francesinha, makanan asli Porto. Fracesinha ini terdiri dari roti tebal, daging (aslinya daging babi, tapi bisa minta juga yang tidak babi), terkadang ada sosis portugal, ditutupi oleh keju dan menggunakan saus tomat yang dicampur bir. Jika ke Porto, wajib mencoba ini. Aggy juga pernah menuliskan tentang Francesinha dan kuliner selama di Porto.

Nah, setelah makan ini, tidak beberapa lama kemudian suami muntah-muntah. Begitu terus sampai malam. Akhirnya karena muntah tidak berhenti sampai badannya lemas, dia pergi ke UGD terdekat dengan hotel. Syukurlah tidak sampai yang parah sekali. Nah karena keracunan inilah kenapa selama di Porto, makan malam kami selalu di restoran Italia, cari aman dengan makan yang pasti-pasti saja.

ini penampakan Francesinha awal suami keracunan
ini penampakan Francesinha awal suami keracunan
Entah karena lapar atau apa, sardennya enak banget. Padahal cuma digoreng biasa
Entah karena lapar atau apa, sardennya enak banget. Padahal cuma digoreng biasa

BACALHAU

Sewaktu di Porto, kami sempat mampir ke kota deket Porto yang ada pantainya yaitu Espinho. Nah di Pantai ini kali pertama saya makan Bacalhau, makanan asli Portugal. Jadi Bacalhau ini dasarnya adalah ikan Cod yang dikeringkan dan diasinkan. Jadi bayangan saya semacam ikan asin. Olahannya banyak macamnya. Yang saya makan pertama kali ini Bacalhau yang di kukus dimakan pakai kentang dan telur rebus, dan sayurannya direbus semacam kubis, wortel, dan yang hijau itu lupa sayur apa. Rasa ikannya agak asin dan asam segar. Di sini saya tidak tahan untuk tidak minta cabe. Adanya cabe rawit kering. Saya pikir tidak pedas, ternyata pedas sekali. Tombo kangen makan cabe. Bacalhau juga wajib dicoba jika datang ke Portugal.

Bacalhau makan di tei pantai di Espinho
Bacalhau makan di tepi pantai di Espinho

COIMBRA

Coimbra adalah nama salah satu kota yang kami kunjungi di Portugal. Kota kecil yang menyenangkan dan tidak terlalu banyak turis. Karenanya restoran yang ditemui juga banyak restoran yang masakannya benar-benar lokal. Salah satunya restoran yang kami datangi selama dua malam berturut. Letaknya strategis, ruangannya luas, pelayanannya cepat dan tentu saja makanannya enak. Di Coimbra dan Braga, semua restoran tutup jam 5 sore dan akan buka kembali jam 7 malam. Kalau di Porto dan Lisbon, mungkin karena kota besar, jadi tidak ada penetapan jam tutup dan buka seperti itu.

Restoran tempat kami makan selama dua malam di Coimbra
Restoran tempat kami makan selama dua malam di Coimbra

Di bawah ini pesanan saya malam pertama di Coimbra. Udang digoreng bawang putih ditaruh di atas roti yang disiram minyak zaitun dan bubuk cabe. Entah ini namanya apa saya lupa. Sayurnya saya pesan terong goreng. Udangnya juara rasanya, gurih dan aroma bawang putihnya terasa. Oh iya, selama di Portugal, kalau minta cabe rawit agak susah. Cuma di restoran Italia yang   dengan sigap kasih cabe rawit potong. Sedangkan restoran-restoran lainnya yang kami datangi katanya tidak punya cabe rawit segar. Ada untungnya juga, jadi saya bisa makan dengan rasa asli tidak tercampur oleh rasa cabe.

Suami makan steak, saya makan udang bawahnya ada roti. Enak banget ini!
Suami makan steak, saya makan udang bawahnya ada roti. Enak banget ini!

Nah ini Bacalhau kedua yang saya makan selama di Portugal. Kalau yang ini Bacalhaunya dipanggang disajikan dengan kentang, kubis, courgette, dan sedikit sayur rapini. Ini saya juga lupa namanya Bacalhau yang variasi apa.

Bacalhau dimakan pakai kentang. Juara rasanya
Bacalhau dimakan pakai kentang dan sayur kubis, courgette, dan sedikit sayuran namanya Rapini (entah apa ya namanya kalau di Portugal). Juara rasanya

 

BRAGA

Kota terakhir yang kami datangi adalah Braga. Terdengar familiar ya, seperti nama jalan di Bandung. Saya juga tidak tahu persis apakah ada hubungannya antara Braga di Portugal dan Braga di Bandung. Braga kota kecil, lebih kecil dari Coimbra letaknya tidak terlalu jauh dari Porto. Karena tidak terlalu banyak turis di sini, jadi banyak yang restoran menyediakan menu lokal dengan citarasa lokal juga.

Sup sayur apa ini lupa namanya
Sup sayur apa ini lupa namanya, dimakan pakai roti dan semacam perkedel singkong. Perkedelnya enak rasanya

Di Portugal, sayur yang terkenal adalah kubis dan yang satu kelompok dengannya seperti Rapini. Biasanya disajikan kalau tidak direbus ya ditumis dengan minyak zaitun lalu disajikan dengan zaitun seperti yang menu yang suami pesan ini. Makanan di Portugal pun disajikan kalau tidak menggunakan nasi, bisa juga dengan kentang.

Salmon panggang
Salmon panggang

Ini salah satu yang saya makan di Braga. Nasi kuning (nasinya memang berwarna kuning) yang ditaruh di atas bebek goreng. Jadi dibawah nasi kuning itu, ada bebek yang digoreng dengan sedikit tepung lalu dipotong-potong. Rasanya gurih dan asam. Oh ya, di Portugal menunya selain terkenal dengan makanan laut juga terkenal dengan menu yang menggunakan daging babi. Jika tidak bisa makan daging babi, ketika pesan tanyakan dulu apakah menunya dicampur daging babi atau tidak, untuk memastikan.

Nasi kuning dibawahnya ada bebek gorengnya
Nasi kuning dibawahnya ada bebek gorengnya

RAPINI

Jadi, Rapini ini adalah nama sayuran, satu keluarga dengan kubis. Kalau di Italia namanya Cime di rapa. Saya tidak tahu nama portugisnya apa karena waktu itu lupa bertanya. Saking terkesannya dengan rasa sayuran ini, sesampainya di Belanda saya bertanya apakah dijual sayuran ini di Belanda. Rasa sayurannya agak pahit tapi masih krenyes-krenyes. Padahal hanya ditumis biasa menggunakan bawang putih dan garam. Tapi rasanya benar-benar enak luar biasa, berbekas di kepala sampai sekarang bagaimana enaknya sayuran ini. Saya makan dua kali. Kalau ke Portugal, coba juga ya sayuran ini.

Sayuran yang hijau itu namanya Rapini
Sayuran yang hijau itu namanya Rapini

Nah yang nasi itu, semacam nasi goreng campur kubis, wortel, dan telur. Aduh itu Rapininya enak sekali! Saya masih teringat rasanya sampai sekarang.

Ini super enak. Paduannya pas sekali antara rasa nasi berrempah, udang, dan Rapini
Ini super enak. Paduannya pas sekali antara rasa nasi goreng berempah, udang, dan Rapini

PASTEIS DE NATA

Wah ini sih juaranya ya. Makanya saya taruh paling akhir. Setiap hari selama 10 hari di Portugal saya makan ini terus tidak ada bosannya. Sehari bisa dua sampai tiga kali makan. Manisnya tidak membuat eneg buat saya yang tidak terlalu suka makan makanan manis. Isiannya benar-benar leleh di mulut.

“Pastéis de nata is a Portuguese egg tart pastry dusted with cinnamon. It is also made in Brazil and other countries with significant Portuguese immigrant populations.” –WIKIPEDIA

Pasteis de Natas
Pasteis de Natas
Pasteis de Natas lagi
Pasteis de Natas lagi
Dan lagi
Dan lagi

Tidak hanya Pastéis de nata saja yang rasanya juara sebagai camilan, gorengan di bawah ini juga tak kalah enaknya. Saya tidak tahu persis namanya apa tapi isinya adalah kepiting dan satunya campuran udang dan ikan. Gurih dan rasa manisnya berbaur sempurna. Sebagai orang Indonesia, makan gorengan tanpa cabe rawit ya memang agak aneh rasanya, jadi tahan-tahan saja haha.

Dan lagi plus gorengan ala Portugal
Dan lagi plus gorengan ala Portugal

Begitulah cerita saya tentang pengalaman kulineran kami selama di Portugal. Semoga siapapun yang akan berkunjung ke sana, bisa merasakan pengalaman yang luar biasa juga dengan makanan Portugis yang memang enak-enak. Bisa berkunjung ke beberapa negara dan merasakan makanan lokalnya membuat lidah saya semakin kaya pengalaman akan rasa. Jadi bisa tahu rasa enak makanan selain makanan Indonesia dan juga membuka pengetahuan bahwa makanan enak itu tidak harus pedas, tidak harus ada cabe, dan tidak harus makan pakai nasi.

-Nootdorp, 21 Oktober 2018-

 

 

 

Pesta Masakan Manado Pada Musim Gugur yang Panas

Penuh dengan makanan Manado

Kok bisa musim gugur tapi panas? Musim gugur kali ini cuacanya benar-benar niet normaal kalau kata orang Belanda. Tidak normal, karena sampai pertengahan oktober masih saja suhunya di atas 20 derajat celcius saat siang menuju sore. Bahkan, sabtu minggu lalu, sampai 27 derajat celcius. Malah di Limburg kata teman saya sampai 30 derajat celcius. Musim gugur rasa musim panas. Tapi minggu depan dari prakiraan cuaca, kembali lagi ke suhu belasan dan hujan.

Sabtu minggu lalu saya beserta beberapa teman datang ke rumah Patricia di Wijchen, memenuhi undangan keluarga Patricia untuk makan masakan Manado. Undangan ini rasanya sudah terwacanakan sejak awal tahun. Baru matang terlaksana Oktober ini. Patricia berasal dari Manado dan dari keluarga Manado asli. Saya yang memang sangat menyukai makanan Manado -suka sekali- langsung antusias memenuhi undangan Patricia. Saya tidak mempunyai darah Manado. Namun sejak bekerja sering ditugaskan ke Manado, saya langsung jatuh cinta dengan makanan Manado. Benar-benar favorit di jiwa dan ragalah. Apalagi saya mempunyai beberapa saudara yang tinggal di Manado (menikah dengan orang Manado) tepatnya di Bitung, Tomohon, dan Tondano, makin punya alasan saya sering ke Manado. Sewaktu kami berencana liburan ke Indonesia, kami akan ke Manado. Selain untuk berkunjung ke saudara, juga untuk wisata kuliner dan menunjukkan ke suami betapa Manado kental sekali hubungannya dengan Belanda. Sayang di Belanda saya belum menemukan restoran Manado (atau mungkin ada yang tahu di mana?), hanya tahu pesanan langsung ke orang-orang Manado asli. Kalau dibandingkan dengan masakan Padang,saya lebih suka dengan masakan Manado. Lebih cocok di lidah dan selera saya.

Ok, kembali lagi ke undangan Patricia. Kami berangkat dari rumah jam setengah satu siang karena ke rumah tetangga dahulu untuk memenuhi undangan ulangtahun. Perjalanan satu setengah jam berkendara menuju Wijchen. Panasnya kentang-kentang sepanjang jalan. Begitu sampai dan masuk rumah, mata saya langsung jelalatan mencari meja makan haha. Maklum, sudah menahan lapar dengan sangat. Halaman belakang rumah Patricia sangat luas, jadi kami (saya dan beberapa anak kecil maksudnya) lesehan di rumput sementara yang lainnya duduk di kursi. Saking panasnya, beberapa anak kecil sampai harus ganti baju memakai baju seminimal mungkin. Sumuk maksimal.

Kami yang datang ini sebenarnya bukan pertama kali saya ceritakan di blog. Saya kenal dengan Patricia pun berasal dari blog sebelum pindah ke Belanda, yang dikemudian hari baru tahu ternyata kami sama-sama ikut Upload Kompakan di Instagram. Sekarang dia jarang nulis di blog karena kesibukan. Dua tahun lalu pertama kali kami kopi darat. Setelahnya dibeberapa acara kami juga bertemu. Walaupun sejak 3 tahun lalu saya sudah menghapus akun IG dan tidak punya lagi sampai sekarang, tapi pertemuan sesama anggota UK yang ada di Belanda lumayan sering, masih menjalin silaturrahmi. Tahun ini kalau tidak salah 3 atau 4 kali kami bertemu. Tidak bisa sering bertemu karena lokasi rumah yang berjauhan, juga kesibukan masing-masing dan juga menyesuaikan dengan jadwal Mbak Yulia ke Amsterdam. Mbak Yulia ini tinggalnya di Austria tapi tiap bulan pasti ke Amsterdam. Sedangkan anggota lainnya adalah Rurie, pemilik katering Kios Kana (akun IG nya @kioskana, kalau mau pesen bakwan malang enak di Belanda, kios kana juaranya. Masakan lainnya juga enak. Bukan endorse ini, testimoni pelanggan yang puas), Asri (pekerja kantoran, alumni S2 VU. Blognya jarang diperbarui karena kesibukan sebagai mbak-mbak kantoran). Kami berlima ini yang sering kumpul. Meskipun tidak lengkap, kadang ketemu dengan beberapa orang juga sering kami lakukan.

Nah ini dia masakan Manado yang penuh satu meja. Kata Patricia, orang Manado itu mempunyai tradisi kalau mengundang tamu, meja makan haruslah penuh dengan makanan. Tidak boleh ada ruang kosong. Kalau bisa malah numpuk piring ke atas. Intinya makanan haruslah berjubel di meja makan tidak memandang jumlah undangan. Meskipun satu atau hanya dua orang yang diundang, perlakuannya tetap sama dengan mengundang orang banyak. Begitu cara mereka menghormati tamu. Menarik juga ya filosofinya, mengingatkan saya dengan orang Jawa di pedesaan juga hampir sama seperti ini. Kalau mengundang orang, mereka akan masak besar-besaran juga. Padahal yang diundang tidak terlalu banyak, tapi masakan yang disajikan istimewa dan banyak jumlahnya. Suami Patricia sampai bertanya berapa keluarga yang datang. Begitu Patricia bilang hanya ada empat keluarga, suaminya langsung heran kenapa masak bisa seheboh itu kuantitasnya. Lalu Patricia menjawab, “Biasa, orang Manado ini yang punya hajat.”

Absen ya masing-masingnya : Puding gula merah (enaknya kebangetan!), dadar gulung (entah isi apa karena ga sempat makan ini, sudah terlalu kenyang), Panada (enak sekali ini, banget!), dabu-dabu, ayam goreng tepung (untuk anak-anak), dadar jagung (bikinan Rurie. Di Manado nyebutnya perkedel jagung ya?), Ayam bumbu RW, tumis sawi, ikan bakar rica, ikan goreng bumbu apa ya itu pokoknya cabe, tumis daun anggur (baru tahu masakan ini. Enak juga ya daun anggur ditumis), ikan bumbu entah warnanya kuning, peyek (buatan mertuanya Patricia yang orang Batak), Bruine bonensoep atau di Manado disebut Brenebon soup.

 

Penuh dengan makanan Manado
Penuh dengan makanan Manado

Ada beberapa hal yang saya baru tahu dari Masakan Manado. Bruine bonensoep atau Brenebon soup atau sop kacang merah, ini sup khas Manado. Saya tanya apakah asalnya dari Belanda karena namanya kok bahasa Belanda sekali. Patricia jawab, mungkin iya. Aslinya kalau di Manado menggunakan kaki babi sebagai kaldu dan dagingnya. Tapi karena banyak pendatang yang muslim di Manado, akhirnya disesuaikan buat mereka yang tidak makan babi, bisa menggunakan daging sapi yang ada lemaknya. Kemarin Patricia memasak menggunakan daging sapi yang ada lemaknya. Super lekker! saya sampai minta resepnya ke dia karena pasukan di rumah suka semua dan lahap makannya dengan soup ini.

Lekker!!
Lekker!!. Ini dabu-dabu

Lalu ada Ayam bumbu RW. Ada yang menyelutuk, bumbu RT ada ga haha, becanda. RW ternyata diambil dari bahasa Minahasa yang berarti Rintek Wuu yang artinya bulu halus (maksudnya bumbunya digiling sampai halus seperti bulu). Awalnya, yang menggunakan bumbu RW ini adalah anjing. Maksudnya Anjing bumbu RW. Tapi seiring berjalannya waktu, berkembang menjadi ayam, daging itik, kelinci, ataupun kucing bisa dimasak dengan bumbu RW. Nah, Mbak Yulia kaget kok bisa anjing bisa dimakan di Manado. Saya lalu menjawab, sewaktu saya sering ditugaskan ke Manado, pernah diberi tahu sopir taksi sana kalau orang Manado itu makan semua yang berkaki, kecuali kaki meja. Jadi kucing pun dimakan oleh mereka. Lalu pak Sopir itu juga cerita, jangan sampai lihat ada kucing berkeliaran, bisa ditangkap lalu dimasak. Mbak Yulia sampai terbengong mendengarkan cerita saya, dan Patricia pun mengamini. Saya lalu menambahkan, di Tomohon malah ada pasar tradisional yang terkenal menjual binatang-binatang yang “tak lazim” untuk dikonsumsi selain oleh masyarakat sekitar, seperti tikus hutan, anjing, ular phyton, kelelawar, monyet hitam, kucing. Babi juga dijual di sini. Nama pasarnya adalah Pasar Beriman Tomohon. Pasar ini ramai juga dikunjungi oleh turis.

Nah, di Manado makan singkong pakai dabu-dabu
Nah, di Manado makan singkong pakai dabu-dabu

Percakapan dengan Patricia menambah wawasan kami akan ragam kuliner di Indonesia, khususnya Manado. Oh iya, ada lagi satu makanan yaitu Puding Gula Merah. Duh ini enak sekali. Laris manis pula banyak peminatnya jadi cuma tinggal sepotong kecil di meja. Untungnya saya sempat sih membungkus bawa pulang (penting ini haha). Karena tidak punya banyak teman yang benar-benar asli Manado (dari keluarga Manado, lahir dan besar di Manado), maka kenal dengan Patricia selalu saja banyak cerita-cerita tentang kebiasaan orang Manado yang sebenarnya saya sudah tahu tapi tetap seru ketika diceritakan berulang kali misalkan orang Manado suka berpesta dan kebiasaan lainnya.

Ini favorit saya. Puding gula merah
Ini favorit saya. Puding gula merah
Saling silaturrahmi dalam satu piring sampai tidak muat
Saling silaturrahmi dalam satu piring sampai tidak muat

Setelah kenyang makan dan berbincang, Mbak Yulia mengusulkan untuk jalan-jalan ke hutan sekaligus hunting foto. Maklum, Mbak Yulia dan Patricia itu fotografer professional (Rurie juga). Yang lainnya tentu saja senang, lumayan kan dapat gratis difoto mumpung warna warni musim gugur sudah keluar. Kami ke hutan Alverna yang letaknya tidak jauh dari rumah Patricia. Betul warna daun warna warninya sudah keluar. Indah sekali. Saya tidak mengambil foto-foto dengan kamera Hp karena sibuk difoto haha sekaligus asyik menikmati pemandangan alam. Lumayan lah di sini lima keluarga bisa foto keluarga gratisan dengan hasil yang ciamik karena difoto dengan kamera canggih dan latar belakang musim gugur yang warna warni. Wah kalau menuruti jiwa narsis yang bergelora, ingin rasanya hasil foto-fotonya saya unggah di sini semua karena bagus-bagus. Tapi tahaann tahaann untuk kalangan terbatas saja 😀 cukup satu saja, lumayan bisa ganti foto profil beberapa akun.

Cuma ini yang saya abadikan. Salah satu sudut tempat kami berfoto ria
Cuma ini yang saya abadikan. Salah satu sudut tempat kami berfoto ria
Sesekali mejeng di blog sendiri. Foto oleh Mbak Yulia
Sesekali mejeng di blog sendiri. Foto oleh Mbak Yulia

Setelah puas berfoto ria, kami kembali lagi ke rumah Patricia. Kami harus segera pulang karena suami tidak terlalu suka menyetir kalau gelap sudah datang. Tidak lupa membungkus makanan (yang membuat saya tidak usah masak sampai senin bahkan sampai selasa besok, saking banyaknya) dan bertransaksi bakso dengan Rurie.

Senang sekali keseruan pertemuan akhir pekan ini. Saking serunya sampai saya euforia tidak karuan. Entah, meskipun cuma sebentar, tapi pertemuan kami benar-benar berkualitas. Ditambah makanan yang enak, pembicaran yang seru dan juga cuaca yang bagus. Lengkap sudah. Akhir pekan yang menyenangkan. Tot Volgende keer! 

Inilah kami. Saya, Patricia, Mbak Yulia, Asri, dan Rurie. Kata teman saya yang melihat foto ini "kok latar belakangnya kayak di Jonas" haha
Inilah kami. Saya, Patricia, Mbak Yulia, Asri, dan Rurie. Kata teman saya yang melihat foto ini “kok latar belakangnya kayak di Jonas” haha. Foto oleh Mbak Yulia

-Nootdorp, 14 Oktober 2018-

“Andaikan … “

Jika terus mengingat tentang indahnya msuim panas, maka saya tidak akan bisa melihat keindahan dari musim gugur. Warna daun yang mulai berubah dan langit yang masih cerah

Saat tahun pertama menikah, beberapa kali terlontar ucapan “Andaikan ya kita bertemu lebih awal,” yang lalu ditanggapi oleh suami “Andaikan bertemu lebih awal, keadaan kita tidak akan sesiap saat kita dipertemukan pada waktu yang tepat. Bersyukurlah bahwa pada akhirnya kita bertemu.” Saya mengamini ucapan tersebut (dia pernah menuliskan tentang hal ini pada saat ulangtahun pernikahan kami yang kedua. Membaca kembali tulisan dia, kok jadi mrebes mili sendiri, terharu). Andaikan dipertemukan lebih awal, kami masih ruwet dengan masa lalu masing-masing yang perlu diselesaikan. Kami masih sibuk mengurus ini dan itu. Memang betul, semua sudah sesuai rencanaNya bahwa kami dipertemukan saat semua dari masa lalu tidak lagi menjadi halangan kami untuk melangkah. Setelah itu, saya tidak pernah lagi berandai-andai perihal bagaimana dan saat kami bertemu. Saya percaya, semua yang sudah digariskan adalah skenario yang terindah.

Minggu lalu, saya menuliskan komentar pada tulisan Nana yang berjudul “Kembali ke Masa Lalu.”Komentar saya tersebut ada hubungannya dengan cerita di awal tadi. Saya mulai berhenti berandai-andai kembali ke masa lalu saat saya mulai belajar arti bersyukur yang sesungguhnya, tepatnya saat hidup dengan sadar saya jalani dan jauh dari kebisingan. Proses belajar yang bahkan masih berlangsung sampai saat ini dan sampai kapanpun selama masih ada nafas dalam tubuh. Seperti halnya dengan pelajaran Ikhlas yang selalu ada seumur hidup, pun dengan rasa syukur. Saya berhenti berucap atau berpikir : andaikan bisa kembali ke masa lalu, ketika melihat apa yang sudah saya jalani selama ini dan apa yang ada di kehidupan saat ini dan berpikir tentang masa depan.

Jika tidak ada masa lalu, saya tidak akan pernah belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih baik setiap harinya. Masa lalu buat saya seperti kaca spion yang fungsinya untuk mengintip ke belakang, tapi tidak melihat ke belakang bahkan kembali ke belakang. Sebagai tempat untuk mengintip, supaya tidak terjungkal ataupun melakukan kesalahan yang sama saat melangkah ke depan. Jika ada hal yang baik, masa lalu juga bisa jadi motivasi untuk melakukan yang lebih baik saat ini dan ke depan.

Jika saya terus berpikir tentang andaikan yang biasanya adalah pengalaman yang tidak nyaman, saya akan selalu membawa bara dalam hati dan pikiran, yang malah membuat hidup menjadi tidak tenang. Andaikan 3 tahun lalu saya tidak keguguran dan memaksakan tetap hamil, mental saya tidak akan sesiap saat ini. Saya tidak akan pernah belajar yang namanya kehilangan dan belajar mempersiapkan jiwa dan raga sebagai seorang Ibu. Andaikan saya tetap mencari-cari kesalahan dan membawa penyesalan itu sampai sekarang, saya akan menjadi orang yang merugi karena mengingkari rencana yang sudah digariskanNya. Andaikan saya tidak mau menerima penjelasan dokter bahwa keguguran tidak bisa dicari penyebabnya, tidak bisa dicegah karena hal tersebut adalah proses alami jika janin dan badan Ibu tidak satu tujuan, maka saya akan tetap tertimbun penyesalan dan mencari kambing hitam atas kejadian tersebut. Saya ikhlas menerima bahwa pada fase hidup, harus melewati proses kehilangan bayi dalam kandungan. Dia akan tetap jadi anak kami yang pertama dan akan kami ceritakan pada adik-adiknya bahwa mereka mempunyai kakak yang belum sempat mereka lihat dan hanya sesaat dititipkan dalam kandungan Ibunya. Yang sudah diambil, akan selalu kami kenang dalam hati dan doa. Tidak perlu kami menoleh ke belakang.

Jika terus mengingat tentang indahnya msuim panas, maka saya tidak akan bisa melihat keindahan dari musim gugur. Warna daun yang mulai berubah dan langit yang masih cerah
Jika terus berandai-andai bisa selalu hidup pada musim panas, maka saya tidak akan bisa melihat keindahan dari musim gugur. Warna daun yang mulai berubah dan langit yang masih cerah

Jika saya berpikir andaikan saya kembali pada saat hidup dengan karir yang saya inginkan dan melanjutkan kuliah sampai setinggi-tingginya, saya tidak akan bisa menerapkan ilmu saya pada hal lain yang juga berguna saat bekerja diluar bidang keilmuan dan latar belakang pengalaman kerja. Saat bekerja di rumah untuk para Oma dan Opa, saya tetap bisa menerapkan apa yang sudah saya dapatkan di masa lalu meskipun dengan cara berbeda. Saya mengambil kesempatan belajar banyak hal baru dan hati saya lebih tenang ketika bekerja tanpa harus membuktikan kepada khalayak ramai apa yang sudah saya capai, seperti yang saya lakukan di masa lalu. Saya lebih menghargai setiap detik tarikan nafas saat para Oma dan Opa bercerita tentang kehidupan mereka, tentang keluarga mereka, tentang sakit mereka, dan tentang kehidupan mereka di rumah tersebut. Karenanya, saya tidak mau berandai tentang kembali pada masa lalu.

Jika saya tidak melewati kegagalan beberapa kali akan menikah, saya tidak belajar yang namanya kecewa dan memaafkan. Jika saya terus terpaku pada kekecewaan masa lalu, saya lalu lupa untuk bersyukur bahwa saya diberikan kesempatan untuk kecewa supaya di masa depan, saya lebih berhati-hati untuk melangkah agar tidak membuat kecewa diri sendiri maupun orang-orang yang saya sayangi. Pun belajar untuk memaafkan hal-hal yang memang diluar kuasa. Terbaca terlalu sempurna, mungkin iya. Tapi dengan banyak hal yang sudah saya lewati, banyak hal juga yang akhirnya jadi guru dalam hidup saya, termasuk kegagalan dan rasa kecewa.

Jika ada yang bertanya pada saya, andaikan kamu bisa kembali ke masa lalu, apa yang ingin kamu perbaiki? saya jawab, tidak ada. Masa lalu adalah masa lalu yang tidak akan bisa dikembalikan lagi. Dan saya tidak mau terpaku pada hidup mengingat hal-hal yang sudah berlalu. Masa lalu menjadi bahan pembelajaran untuk saat ini dan masa depan supaya lebih baik dan makin baik lagi. Segala kecewa dan luka pada masa lalu, sudah saya letakkan, tinggalkan, dan saya jadikan pelajaran supaya tidak terulang di masa sekarang maupun masa depan. Segala hal yang menyenangkan pada masa lalu akan saya jadikan motivasi supaya saya menjadi orang yang makin baik kedepannya. Saya tidak mau membawa penyesalan dan bara apapun dari masa lalu. Semakin bertambah umur, banyak mengalami naik turun ritme kehidupan, maka makin banyak pula saya belajar tentang kehidupan. Saya ingin hidup sebaik-baiknya pada saat ini, bersyukur tentang apa yang ada sekarang, dan benar-benar menikmati setiap momen bersama mereka yang saya cintai maupun dengan orang-orang berlaku positif.

-Nootdorp, 10 Oktober 2018-

Belanda Kembali Menghangat

Pemandangan sepanjang sepedahan

Belanda kembali menghangat setelah sebelumnya sudah kembali ke cuaca fitrahnya yaitu hujan, angin, dan dingin. Hal itu wajar karena memang sudah masuk ke musim gugur. Sebenarnya matahari bersinar terang dan suhu menghangat pada bulan oktober itu tidak seperti biasanya. Saya ingat, tahun kemarin juga seperti ini. Walhasil pada musim dingin ampun-ampunan dinginnya dan sampai ekstrim bahkan beberapa kali turun salju yang sangat lebat. Dengan cuaca yang kembali menghangat pada bulan Oktober ini, semoga musim dingin nanti tidak terlalu ekstrim suhu dinginnya. Oh ya, saat ini langit mulai gelap sekitar jam 7 malam dan kembali terang sekitar jam 8 pagi. Jadi malamnya lumayan lama.

Ya sudah, musim dingin dipikirkan nanti saja. Sekarang dinikmati yang ada, yaitu memanfaatkan semaksimal mungkin aktifitas di luar rumah selama matahari bersinar terang dan hangat. Bagaimana tidak, walaupun tidak ada matahari selama tidak hujan saja kami pasti tetap jalan-jalan. Nah ini matahari muncul dan suhu hangat, pastinya kami tidak mau hanya sekedar duduk-duduk dalam rumah. Sampai minggu depan, konon suhu sampai 22 derajat celcius.

Nongkrong di danau
Nongkrong di danau

Hari Jumat minggu lalu, saat suhu menghangat sampai 22 derajat celcius, kami memutuskan untuk menghabiskan sore dengan nongkrong di danau dekat rumah. Kami sering sekali main ke sini. Berjalan kaki hanya sekitar 20 menit saja. Di danau ini ada fasiltas bermain untuk anak selain bisa main pasir selayaknya di pantai juga. Kalau musim panas, danau ini sangat penuh karena banyak yang berenang. Jika musim gugur seperti saat ini, anak-anak hanya bermain pasir dan beberapa permainan yang lain karena air danaunya tidak layak untuk dijadikan tempat berenang karena faktor dingin.

Kami menghabiskan waktu sekitar 1.5 jam di sini. Senang rasanya menikmati suasana sepi, melihat burung-burung di tepi danau, menghirup udara segar, dan merasakan hangatnya sinar matahari. Karenanya, saya sangat senang berlama-lama di sini jika keadaan memungkinkan.

Hari Sabtu, cuaca tetap sama. Kami yang awalnya tidak punya rencana ke luar rumah, tiba-tiba ketika makan siang, tercetus ide untuk sepedahan ke pusat pertokoan di kota sebelah. Tidak jauh, hanya 30 menit saja naik sepeda. Sekitar jam setengah 4 sore kami berangkat. Namun rencana hanya sekedar rencana. Ditengah perjalanan, tiba-tiba saya usul untuk ke taman saja karena sayang kalau cuaca cerah seperti ini dihabiskan di dalam pusat pertokoan. Suami setuju, akhirnya kami membelokkan sepeda ke taman yang biasanya kami datangi. Jadi taman ini tidaklah asing bagi kami.

Sepedahan
Sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Sampai di taman
Sampai di taman
Daunnya belum semua berubah warna
Daunnya belum semua berubah warna

 

Masuk lebih dalam ke hutan
Masuk lebih dalam ke hutan
Masih di taman
Masih di taman
masih di taman
masih di taman

Ah senangnya bisa kembali lagi ke sini setelah terakhir kalau tidak salah awal tahun kemarin. Kami berkeliling menikmati daun-daun yang mulai berubah warna dan duduk menikmati bekal biskuit yang saya bawa sambil berbincang dan merasakan nikmat hangat sinar matahari.

Setelah puas berkeliling sekitar 1.5 jam, kami memutuskan pulang karena tidak mau saat gelap kami masih di jalan. Saat mulai mengayuh sepeda, dari kejauhan kami mendengar banyak suara anak kecil. Suami bilang mungkin ada speeltuin atau taman bermain untuk anak di sana. Kami lalu ke arah suara tersebut dan ternyata untuk masuk ke sana harus membayar meskipun untuk anak dibawah 3 tahun gratis tetapi yang menemani tetap membayar. Taman bermain ini memang besar dan lengkap permainannya, jadi kami maklum kalau untuk masuk harus membayar. Biasanya kalau di perumahan, di setiap komplek ada taman bermain juga, tetapi kecil dan tidak lengkap permainannya.

Kami putuskan lain kali saja ke sini karena sudah telat untuk bermain dan kami melihat ada restoran di sampingnya. Membaca menunya ada Pannenkoek atau pancake. Kami belum pernah makan pancake di restoran sebelumnya karena biasanya hanya makan sesekali untuk sarapan di rumah dan sejujurnya saya tidak terlalu suka. Tapi tidak ada salahnya makan di restoran kan.

Pemandangan dari balkon
Pemandangan dari balkon

Ternyata restoran ini besar sekali. Bukan hanya restoran tapi juga ada tempat bermain bowling, tempat bermain anak dalam ruangan, dan tempat pertemuan. Ruang restoran saja dibagi beberapa ruangan. Restoran untuk anak-anak ada di ruangan tersendiri dan dengan desain ruangan seolah olah kapal laut. Aslinya mengadopsi cerita Pirates of the Carribean. Kami memesan 3 jenis pancake yaitu pancake dengan jahe, pancake ukuran kecil dan pancake dengan keju dan jamur. Ternyata enak juga pancake dengan aneka rasa seperti itu karena biasanya dimakan dengan gula, meses atau segala sesuatu yang manis.

Sudut yang desainnya seperti dalam kapal
Sudut yang desainnya seperti dalam kapal
Aneka rasa pancake
Aneka rasa pancake

Saya senang sekali akhir pekan ini kami habiskan waktu banyak di luar ruangan dan mencoba hal baru yang nampaknya sepele yaitu pancake. Tapi disetiap hal baru pasti akan ada pengalaman tak terlupakan bukan, karenanya kami sangat menikmati saat-saat seperti ini. Berkumpul bersama di akhir pekan.

Oh ya, akhir pekan ini saya memasak nasi kuning dengan pelengkap yang lumayan niat. Pelengkapnya adalah ayam goreng, orek tahu tempe, sambel pete, telur dadar, mie kuning, perkedel, dan sayur urap. Niat ya haha. Kalau sedang kepingin memang harus dituruti kalau tidak, akan kepikiran. Masak begini saya juga dibantu suami. Dia bagian bersih-bersih dapur setelah saya selesai memasak dan mencuci peralatan masak. Dan saya mikirnya akhir pekan adalah saat kami bisa makan siang bersama jadi setiap akhir pekan kalau sedang tidak ada undangan atau tidak ada rencana makan ke luar, saya masak yang sedikit berbeda dari biasanya. Senang semuanya lahap makan nasi kuning ini sampai nambah-nambah. Terharu saat sabtu malam menjelang tidur suami tiba-tiba menyelutuk :

Suami (S) : ga sabar besok siang

Saya (D) :  ada apa?

(S) : makan enak

(D) : hah di mana? Kan masih ada makanan di kulkas

(S)  :ya itu,nasi kuning kamu enak.

(D) : *merona lalu meleleh *lemah kena gombalan

Nasi kuning dengan pelengkap ayam goreng,orek tahu tempe, sambel pete, telur dadar, mie kuning, perkedel, dan sayur urap
Nasi kuning dengan pelengkap ayam goreng,orek tahu tempe, sambel pete, telur dadar, mie kuning, perkedel, dan sayur urap

Karena minggu depan cuaca masih menghangat, saya sudah mempunyai beberapa rencana untuk menikmati matahari di beberapa tempat, dengan catatan kalau tidak malas haha. Ya, selama cuaca masih ok, harus dinikmati dengan maksimal.

 

-Nootdorp, 7 Oktober 2018-

Science Centre di Delft

Minggu lalu cuaca lumayan “terik” dibandingkan minggu ini. Kenapa teriknya pakai tanda petik? Ya meskipun matahari bersinar nyentrong selama 5 hari, tapi angin dan dinginnya tak tahan aduhai membuat harus memakai jaket tebal. Maklum suhu sudah dikisaran 14 derajat celcius ke bawah. Tapi dengan adanya sisa-sisa matahari yang nongol, jadwal ke luar rumah harus dimaksimalkan karena tidak tahu kapan matahari akan nongol lagi.

Hari Rabu kami nongkrong di Delft. Matahari sedang bergembira sampai obral sinarnya sehingga kami bisa duduk leyeh-leyeh depan gereja sambil menikmati bekal dari rumah dan bersenda gurau. Oh ya, Delft ini adalah salah satu kota favorit saya selain Den Haag. Saya langsung jatuh cinta saat pertama kali ke sini tahun 2014. Suasana di Delft itu Cozy dengan bangunan-bangunannya yang masih mempunyai ciri khas bangunan tua tapi terawat dengan baik. Banyak turis datang ke sini tapi tidak sehiruk pikuk Amsterdam ataupun Den Haag. Kalau Den Haag sebenarnya juga tidak terlalu banyak turis, tapi memang penduduknya yang banyak. Kalau berkesempatan ke Belanda, silahkan mampir ke Delft dan rasakan perbedaannya dengan Amsterdam.

Delft saat cuaca cerah
Delft saat cuaca cerah

Hari kamis, makbedundug saya menerima pesan dari mahasiswa PhD sekaligus tempat belajar saya dalam dunia nak kanak children. Maureen sering membagikan ilmu dan pengalamannya  di blog dalam menyelami dunia anak-anak sebagai seorang Ibu maupun sebagai akademisi dan praktisi di bidang tersebut. Oh jangan salah, meskipun namanya nampak “barat”, medoknya Sorbeje asli. Saya pertama kali ketemu awal tahun ini sewaktu ada acara di rumah kami. Kenal lewat blog, twitter dan WhatsApp sudah lama. Ya beberapa tahun ini maksudnya.

Jadi, maksud dia kirim pesan ke saya, mengajak ketemuan di Delft mumpung cuaca masih cerah. Dia dan Stan -putranya- pengen ke Science Centre – museum science untuk anak-anak. Saya langsung cek jadwal dengan suami, hari sabtu kami tidak ada acara jadi saya langsung mengiyakan ajakannya. Sudah lama juga sebenarnya saya ingin ke museum ini tapi masih belum ketemu waktu yang pas. Saya langsung menghubungi Yayang mau mengajak juga siapa tahu Cinta Cahaya belum pernah ke sini. Sayang karena terlalu mendadak, Yayang yang bekerja pada hari sabtu tidak bisa bergabung dengan kami. Mudah-mudahan bulan depan bisa ketemu ya Yang!

Awalnya suami tidak mau ikut. Tapi entah kenapa saat makan siang tiba-tiba dia mengutarakan keinginannya untuk ikut. Ya tentu saja saya senang. Sekalian rame-rame. Rencananya saya akan berangkat naik bis. Tetapi karena dia ingin ikut, maka akhirnya kami naik sepeda. Jarak Science Centre dari rumah kami tidak terlalu jauh, hanya 20 menit jika naik sepeda. Jam 3 sore kami sudah tiba di sana. Tahu tidak, saya itu selalu berdebar-debar kalau melihat tulisan TU Delft dan ketika berada dalam area kampus ini. Maklum ya, memang sudah impian dan cita-cita saya sejak dahulu kala bisa kuliah di tempat ini. Jadi jangan bosan-bosan ketika membaca tulisan saya yang selalu mengungkapkan bahwa TU Delft adalah kampus impian. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa kuliah di sini. Kalau tidak sampai PhD seperti Maureen, ya paling tidak bisa mencicipi program masternya.

Ruang depan Science Centre TU Delft
Ruang depan Science Centre TU Delft
Ruang tunggu. Berasa anak kuliahan lagi nongkrong sewaktu duduk di sini *ngayal jangan nanggung2
Ruang tunggu. Berasa anak kuliahan lagi nongkrong sewaktu duduk di sini *ngayal jangan nanggung2

Masuk ruang tunggunya saja langsung berasa sekali aura tekniknya. Jadi Science centre ini memang museum yang ditujukan untuk dikunjungi oleh anak-anak. Tiga tema dari tempat ini adalah Sains, Desain, dan Teknik. Science centre merupakan tempat semua alat atau bahan penelitian yang sudah dan sedang dilakukan oleh TU Delft. Jadi kita bisa menikmati hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh mahasiswa maupun para peneliti. Tiket masuknya jika mempunyai museumkaart, gratis. Jika tidak mempunyai, untuk anak berumur dibawah 7 tahun gratis, umur 7-17 tahun harga tiketnya €4, diatas 18 tahun €7, dan untuk seluruh keluarga maksimal 4 orang €17.5.  Tentang Science centre, lebih lengkapnya bisa dibaca di sini.

Tertera di keterangan, ini permainannya agak rumit. Minimal butuh waktu 20 menit. Kata Maureen "duh, hidup sehari2 sudah serus masa iya main pun musti serius. Pening"
Tertera di keterangan, ini permainannya agak rumit. Minimal butuh waktu 20 menit. Kata Maureen “duh, hidup sehari2 sudah serius masa iya main pun musti serius. Pening”
Disetiap ruangannya, enath di lantai, tembok ataupun langit-langitnya selalu bertebaran rumus-rumus. Mengingatkan saya akan masa lalu yang tertimbun rumus-rumus
Disetiap ruangannya, entah di lantai, tembok ataupun langit-langitnya selalu bertebaran rumus-rumus. Mengingatkan saya akan masa lalu yang tertimbun rumus-rumus

Beberapa alat peraganya bisa dimainkan. Misalkan main simulasi mobil atau bola yang jatuh dari langit-langit atau simulasi angin. Di beberapa ruangan juga banyak yang bisa dicoba untuk dimainkan.

Ini ruangan utamanya
Ini ruangan utamanya
Ruangan utama
Ruangan utama
Sampai langit-langit pun ada rumusnya
Sampai langit-langit pun ada rumusnya

Kalau ke sini bukan hanya bisa berkeliling di ruangan-ruangannya saja, tapi juga bisa mengikuti workshop yang diadakan dengan jadwal yang ada pada websitenya. Selain itu, jika ada yang ingin merayakan ulangtahun, juga bisa jauh hari menghubungi pihak Science centre sehingga acara ulangtahunnya bisa dirayakan di tempat ini. Kalau ingin mengikuti tour, bisa juga. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini. Oh iya, di halaman belakang, ada taman bermain juga. Sayang saya tidak bisa mengambil foto karena banyak anak yang sedang bermain di sini.

Tak terasa satu jam lebih kami berasa di sini. Senang rasanya berkeliling, melihat dan menjajal alat peraga yang ada. Saya dan Maureen juga sempat berbincang di taman belakang. Meskipun sak nyuk an ketemu tapi obrolan kami mendalam. Senang juga bisa berbagi cerita dengan Stan. Anak pintar dan supel. Stan ini bisa berbicara 4 bahasa lho. Jepang, Inggris, Belanda, dan Indonesia tentu saja. Jawa juga kalau mau dimasukkan. Sehat selalu ya Stan!

Kami lalu melanjutkan perjalanan ke Pusat Delft. Kalau hari sabtu ada pasar, jadi seru bisa berkeliling sambil melihat-lihat pasar. Tidak berapa lama karena haus, akhirnya kami nongkrong.

Camilan nongkrong kami. Saya di mana-mana memang selalu pesannya susu coklat haha *sebelum ada yang nanya
Camilan nongkrong kami. Saya di mana-mana memang selalu pesannya susu coklat haha *sebelum ada yang nanya

Itu yang dipiring adalah Tortilla disiram keju dan saus tomat ditambahi Jalapeno. Terus terang saya tidak terlalu suka. Jadi saya makan sedikit saja. Andaikan bisa makan bakso ya *yak ngayal episode kesekian pun dimulai.

Setelah sekitar 30 menit menikmati sisa sore, kami memutuskan pulang tapi mampir dulu ke toko buku. Sempat ketemu lagi dengan Maureen dan Stan yang sedang berjemur di depan Gereja sambil makan kentang goreng. Tot volgende keer Maureen en Stan!

Kesan saya tentang Science centre, seru! Tapi kata suami, biasa saja. Ya beda selera. Yang penting ada yang senang bisa menikmati dan bersenang-senang di sana.

Saat menulis ini, di luar matahari sedang gonjreng dan langitpun biru menawan. Kami sedang bersiap jalan-jalan ke danau.

-Nootdorp, 3 Oktober 2018-